Kamis, 29 Maret 2012

Rangkuman Akuuntansi Internasional

BAB I
PENDAHULUAN
AKUNTANSI INTERNASIONAL
Perbedaan studi Akuntansi Internasional adalah pada :
1. Pelaporan untuk MNC/MNE
2. Batas Negara
3. Pelaporan untuk pihak lain di Negara yang berbeda
4. Perpajakan Internasional
5. Transaksi Internasional
PROSES AKUNTANSI
1. Pengukuran
Proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi
2. Pengungkapan
Proses mengkomunikasikan kepada para pengguna
3. Auditing
Proses atestasi terhadap keandalan pengukuran dan komunikasi
SUDUT PANDANG SEJARAH
1. Double entry bookkeeping (lucapacioli) Italia Inggris (selanjutnya ke persemakmuran Inggris termasuk AS)
2. Model Akuntansi Belanda diimpor ke Indonesia
3. Perkembangan Akuntansi didukung oleh adanya pendidikan (munculnya sekolah bisnis)
4. Seiring perubahan jaman dan perkembangan hubungan internasional, kerumitan akuntansi semakin menjadi
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkan dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan praktek di seluruh dunia.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan pula. Sekolah-sekolah bisnis membantu perkembangan tersebut dengan meneruskan bidang-bidang masalah dan pada akhirnya mengakuinya sebagai suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa dengan sendirinya pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan Jepang. Pada tingkatan yang agak kurang, faktor yang sama juga dapat dilihat secara langsung di Negara-negara seperti Brasil, Israel, Meksiko, Philipina, Swedia dan Taiwan.
Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak Negara, akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis dengan Negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi yang lingkup keputusannya semakin internasional.
Mengatasi paradoks sejarah akuntansi ini telah lama menjadi perhatian baik bagi para pengguna maupun penyusun informasi akuntansi. Dalam tahun-tahun terakhir, usaha-usaha institusi untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan dan proses auditing di seluruh dunia semakin intensif dilakukan.
SUDUT PANDANG KONTEMPORER
1. Adanya uasaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional
2. Pengendalian Modal
3. Valuta Asing
4. Investasi asing langsung
5. Liberalisasi transaksi
6. Privatisasi perusahaan pemerintah (untuk pengurangan pengendalian valas dan pembatasan investasi lintas batas)
7. Kemajuan dalam teknologi informasi
Apabila usaha-usaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional merupakan sesuatu yang penting di satu sisi, sekarang ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.
Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional.
Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi. Produksi yang terintegrasi secara vertical tidak lagi menjadi bukti model operasibyang efisien. Hubungan informasi, secara global dan seketika memberi makna bahwa produksi semakin dialihkontrakkan kepada siapa saja dengan ukuran apa pun dimana saja di dunia yang memiliki kemampuan terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu bagian dari pekerjaan tersebut. Hubungan wajar timbale-balik yang menjadi karakter hubunngan perusahaan dengan pemasok, perantara dengan pelanggan mereka digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan, dan pelanggan dari pelanggan.

DAFTAR PUSTAKA
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2005.
emmy.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17734/bab+1.ppt





BAB II
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

PERKEMBANGAN
Faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu:
1. Sumber Pendanaan. Dalam sistem berbasis kredit dimana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
2. Sistem Hukum. Sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.
3. Perpajakan. Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengkalimnya untuk keperluan pajak.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi. Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan dan kekuatan sejenis. Sistem Pencatatan Berpasangan yang berawal di Italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan menyebar luas di Eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembaruan lainnya.
5. Inflasi. Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan suatu Negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi. Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Pada gilirannya, jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi.
7. Tingkat Pendidikan. Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan
8. Budaya. Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede : individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.

KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara: dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
Ada empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi, yaitu :
1. Berdasarkan pendekatan Makroekonomi, praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
2. Berdasarkan pendekatan Mikroekonomi, Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3. Berdasarkan pendekatan Independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4. Berdasarkan pendekatan yang Seragam, Akuntansi di standarisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Sitem hukum: akuntansi hukum umum dengan hukum kode
1. Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap penyajian wajar, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditunjukkan untuk kebutuhan informasi investor luar.
2. Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.
Sistem praktik: penyajian wajar versus kepatuhan hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi seperti :
1. Depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum).
2. Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap diperlakukan seperti itu (penyajian wajar)atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum).
3. Pensiun dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti kerja.


DAFTAR PUSTAKA
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2010.



















BAB III
(AKUNTANSI KOMPARATIF I)

Pada bab sebelumnya kita mempelajari faktor faktor yang memperngaruhi perkembangan system akuntansi suatu Negara, termasuk sumber keuangan, system hukum, perpajakan. Dalam bab ini akan membahas mengenai komite standar akuntansi international dari keenam Negara, tentunya akan berbeda dengan Negara yang satu dengan yang lain. Di Negara Negara tersebut, perusahaan bebas untuk memilih standar akuntansi yang berbeda terhadap laporan keuanga konsolidasi. Keenam Negara tersebut adalah Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.
Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan ( termasuk pula hukum dan anggaran dasar ) yang mengatur penyusunan laporan Negara. Penetapan standar adalah perumusan atau formulasi standar akuntansi. Namun dalam pratik sebenarnya mungkin berbeda dari yang ditentukan oleh standar.
Empat alasan perbedaan dalam pratik sebenarnya
a. Dikebanyakan Negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif
b. Secara sukarela perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak daripada yang diharuskan
c. Beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntasi dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil
d. Di beberapa Negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri
Hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit dan tidak selalu bergerak dalam satu arah. Dalam beberapa kasus, pratik berasal dari standar, pada kesempatan lain, standar berasal dari pratik.
Enam system akuntasi suatu Negara
1. PRANCIS
Akuntansi di Prancis sangat terkait dengan kode etik sehingga sangat mungkin untuk melewatkan kenyataan bahwa legislasi hukum komersial ( yaitu code de commerce ) dan hokum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntasi dan pelaporan keuangan diprancis. Code de Commerce berwal ordinasi Coulbert ( menteri keuangan pada era Louis XIV pada tahun 1673 dan 1681 dan diberlakukan oleh Napoleon pada tahun 1807 sebagai bagian dari system hokum yang diciptakannya. Hokum pajak penghasilan pertama disetujui pada tahun 1914. Dasar utama aturan akuntansi di prancis adalah hokum akuntansi 1983 dan dekrit akuntansi 1983, yang membuat plan comptable general wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari code de commerce.
Plan comptable general berisis :
a. Tujuan dan prisip akuntansi serta pelaporan keuangan
b. Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemegangn saham, pendapatan dan beban
c. Aturan pengakuan dan penilaian
d. Daftar akun standar, ketentuan mengenai penggunaannya dan ketentuan tata buku lainnya
e. Contoh laporan keuangan dan aturan penyajiannya

REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Di Prancis terdapat lima organisasi yang terlibat dalam proses penetapan standar yaitu:
a. Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)
b. Comita de la Reglementation Comptable atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
c. Autorite des Marches Financiers atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
d. Orde des Expert – Comptables atau OEC (Ikatan Akuntan Publik)
e. Compagnie Nationale des Commisaires aux Comptes atau CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional)




PELAPORAN KEUANGAN
Perusahaan Prancis harus melaporkan berikut ini :
- Neraca
- Laporan laba rugi
- Catatan atas laporan keuangan
- Laporan direktur
- Laporan auditor

Ciri utama pelaporan di prancis adalah ketentuan mengenai pengungkapan catatan yang ekstensif dan detail, yang meliputi hal hal berikut :
- Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan ( contoh kebijakan akuntansi )
- Perlakuan akuntansi untuk pos pos dalam mata uang asin
- Laporan perubahan aktica tetap dan depresiasi
- Detail provisi
- Detail revauasi yang dilakukan
- Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo
- Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham
- Jumlah komitmen pension dan imbalan pascakerja lainnya
- Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan
- Rata rata jumlah karyawan sesuai golongan
- Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis

Di dalamnya, informasi yang harus diberikan antara alin :
- Konsumsi air, bahan mentah dan energy serta tindakan yang diambil untuk meningkatkan efisien energy
- Kegiatan untuk mengurangi polusi udara, air atau tanah, termasuk polusi suara dan biayannya dan
- Jumlah provisi untuk resiko lingkungan


PENGUKURAN AKUNTANSI
Akuntansi diPrancis memiliki karakteristik ganda : perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memilki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi unutk perusahaan secara invidual merupakan dasar hokum untuk membagikan dividend an menghitung pendapatan kena pajak.
- Aktiva berwujud umumnya dinilai berdasarkan biaya historis
- Revaluasi tetap dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam praktik
- Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak, umunya menurut dasar garis lurus atau saldo berganda
- Persediaan harus dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode masuk perma keluar pertama ( FIFO ) atau metode rata rata tertimbang
- Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat dikapitalisasikan dalam keadaan yang tertentu.
- Kebanyakan resiko dan ketidak pastian lainnya dapat dicadangkan
Dengan beberapa pengecualian, laporan keuangan konsolidasi prancis mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi mengungguli bentuk.

2. JERMAN
Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus menerus dan hasilnya luar biasa sejak berkahirnya perang Duni II. Dalam suatu peristiwa yang besar, hokum perusahaan tahun 1965 mengubah system pelaporan keuangan Jerman dengan mengarah pada ide ide Inggris-Amerika ( tetapi hanya berlaku bagi perusahaan besar ). Pada awal tahun 1970-an Uni Eropa ( UE ) mulai mengeluarkan direktif harmonisasi yang harus diadopsi oleh Negara Negara anggotanya kedalam hukum nasional.

REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Sebelum tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan sebagaiman yang dipahami dinegara Negara berbahasa inggris. Komite Standar Akuntansi Jerman ( German Accounting Standars Committee-GASC) atau dalam bahasa Jerman, Deutsches Rechunungslegungs standar committee ( DRSC ).
GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman ( German Accounting Standars Board – GASB ) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi GASB terdiri dari tujuh ahli independen yang berlatar belakan dibidang auditing, analisis, keuangan, akademik, dan industry.
Secara garis besar system penetapan standar akuntansi yang baru di Jerman mirip dengan system yang ada di Inggris dan Amerika. Standar GASB adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan konsolidasi.

PELAPORAN KEUANGAN
Undang undang akuntansi tahun 1985 secara khusus menetukan ketentuan akuntasi, auditing dan pelaporan keuangan ang berbeda beda menurut ukuran perusahaan, bukan menurut bentuk organisasi.
Undang undang akuntansi tahung 1985 secara khusus menetukan isi dan bentuk laporan keuangan, yang meliputi :
- Neraca
- Laporan laba rugi
- Catatan atas laporan keuangan
- Laporan manajemen
- Laporan auditor
Ciri utama system pelaporan keuangan di Jerman adalah laporan secara pribadi oleh auditor kepada dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawas perusahaan laporan ini berisi pendapat terhadap prospek mada depan perusahaan dan khususnya factor factor yang mengancam kelangsunganhidup perusahaan.

PENGUKURAN AKUNTANSI
Berdasarkan hokum komersial ( HGB )
- metode pembelian ( akuisisi adalah metode konsolidasi yang utama, meskipun penyatuan kepemilikan juga dapata diterapkan dalam kondisi yang terbatas.
- Aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan jumlah yang tersisa merupak goodwill
- Goodwill dapar disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat eknominya.
- Usaha patungan dapat dicatat dengan menggunakan metode konsolidasi proporsional atau metode ekuitas
- Perhatiak khusus diberikan terhadap catatan laporan metode translasi mata uangan asing harus dijelaskan
- Biaya historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud
- Persediaan dinilai yang lebih rendah antara biaya atau pasa
- FIFO dan metode rata merupkan metode yang digunakan untuk menentukan biaya
- Aktiva tetap yang dapat disusutkan ditentukan oleh teris depresiasi pajak
- Biaya penelitian dan pengenban dibebankan pada saat terjadinnya
- Sega guna usaha pembiyaan umunya tidak dikapitalisasikan
- Pajak tangguhan umumnya tidak terdapat dalam akun perusahaan individu

3. JEPANG
Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga undang undang : hokum komersial, undang undang pasar modal dan undang undang pajak pernhasilkan perusahaan. Untuk memahami akuntansi di Jepang, seseorang harus memahami budaya, praktik usaha dan sejarah Jepang. Seluruh perusahaan yang dirikan menurut hokum komesial diwajibkan untuk memenuhi provisi akuntansi, yang dimuat dalam “ aturan aturan menyangkut neraca, laporan laba rugi, laporan usaha dan skedul pendukung perusahaan dengan kewajiban terbatas.

PELAPORAN KEUANGAN
Perusahaan yang didirikan menurut hokum komerisial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham, yang berisi hal hal berikut :
- Neraca
- Laporan laba rugi
- Laporan usaha
- Proposal atas penetuan pengguna ( apropriasi) laba ditahan
- Skedul pendukung
Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi :
- Perubahan dalam modal sahan dan cadangan wajib
- Perubahan dalam obligasi dan utang jangka pendek dan jangka panjang
- Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
- Aktiva dalam penjaminan
- Jaminan utang
- Perubahan dalam provisi
- Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang, saham pengendali
- Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut
- Piutang yang berasal dari anak perusahaan
- Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali, dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
- Remunerasi yang dibayarkan keapda direktur dan auditor wajib

PENGUKURAN AKUNTANSI
- Akun perusahaan secara terpisah merupakan dasar bagi laporan konsolidasi
- Anak perusahaan dikonsolidasikan
- Goodwill diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi dan diamortisadi selama maksimum 20 tahun
- Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi ketika induk dan anak perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan keuangan dan oprasionalnya
- Persediaan dapat dinilai berdasarkan biaya perolehan atau mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar
- FIFO, LIFO dan rata rata seluruhnya merupkan metode arus biaya yang dapat diterima
- Aktiva tetap dinilai sebesar biaya perolehan dan disusutkan seusai dengan hokum pajak
- Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya
- Pajak tangguhan terjadi untuk seluruh perbedaaan karena waktu dengan menggunakan metode kewajiban
4. BELANDA
Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar akuntansi internasional untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima. Di Belanda akuntansi dianggap sebagai cabang dari ekonomi usaha. Akibatnya, banyak pemikiran ekonomi yang dicurahkan terhadap topik topik akuntansi dan khususnya terhadap pengukuran akuntansi.

REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Regulasi di Belanda tetap liberal hingga tahun 1970 ketika undang undang laporan keuangan tahunan diberlakukan. Undang undang merupakan bagian dari program besar perubahan dalam bidang hokum peusahaan. Di antara provisi utama undang undang tahun 1970 tersebut adalah sebagai berikut :
- Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan hasil keuangan selama suatu tahun , dan seluruh pos didalamnya haru dikelompokkan dan dijelaskan secara memadai
- Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan praktik usaha yang baik ( yaitu akuntansi dapat diterima oleh kalangan usaha )
- Dasar penyajian aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan
- Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan dasar yang konsisten dan pengaruh material dari perubahan dalam prinsip akuntansi harus diungkapkan secukupnya
- Informasi keuangan komparatif untuk periode sebelumnya harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang
- Menyertainya Undang undang tersebut juga mendorong pembentukan kelompok studi akuntansi tiga pihak ( Tripartit ) ( yang digantikan oleh Dewan pelporan tahunan pada tahun 1981 ) dan melahirkan kamar dagang

LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan di Belanda harus memuat hal hal berikut :
- Neraca
- Laporan laba rugi
- Catatan catatan
- Laporan direksi
- Informasi lain yang direkomendasikan
Perusahaan perusahaan Belanda diperbolehkan untuk menyusun laporan keuangan menggunakan IFRS atau GAAP AS selain standar akuntansi Belanda

PENGUKURAN AKUNTANSI
- Goodwill merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban dibeli
- Metode ekuitas digunakan apabila investor memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan usaha dan keuangan
- Usaha patungan dapat dicata dengan menggunkan metode ekuitas
- Biaya penelitian dan pengembangan dikapitalisasi hanya jika jumlah tersebut dapat dipulikan dan cukup pasti
- Pajak penghasilan diakui berdasarkan konsep alokasi komprehensif ( provisi penuh ) dan diukur menurut metode kewajiban

5. INGGRIS
Akuntasi di inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan sevara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Masyarakat akuntansi pertama yang diakui adalah masyarakt akuntansi di Edinburgh, yang disahkan oleh akta kerjaan pada tahun 1854. Masyarakat yang serupa secara resmi diakui di Glasgow pada tahun 1855 dan di Aberdeen pada tahun 1867. Akuntansi profesiona bermula pada masyarakat professional ini.

REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Kegiatan perusahaan yang didirkan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut sebagai undang undang perusahaan. Sebagai contoh, pada tahun 1981 direktif keempat UE diberlakukan, menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip akuntansi dan konvensi dasar akuntansi.
Undang undang tahung 1981juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi :
- Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akural
- Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah
- Prinsip konservatisme diterapkan, khususnya dalan pengakuan realisasi laba dan seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui
- Penerapan kebihakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibakan
- Prinsip kelangsungan usaha diterapkan unguk perusahaan yang menggunakan akutansi
Berikut enam badan akutansi di Inggris yang berhubungan dengan komite konsultatif badan akuntansi yang berdiri pada tahun 1970 :
- Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales ( The Institue of Chartered Accountants in England and Wales-ICAWE )
- Institut Akuntan Berizin Resmi di Irlandia ( The Institute of Chartered Accountants Ireland – ICAI )
- Institut Akuntan berizin resmi di Skotlandia ( The Institute of Chartered Accountants in Scotland – ICAS )
- Asosiasi Akuntan Berizin Resmi dan Bersertifikat ( the Association of Chartered Certified Accountants - ACCA)
- Institut Akuntan Manajemen Berizin Resmi ( The Chartered Instute of Management Accountants – CIMA )
- Institut Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi ( the Chartered Institute of Public Finamce and Accountancy – CIPFA )
Penetapan standar akuntansi di Inggris dikeluarkan dan dikukuhkan oleh enam badan akuntansi di atas.

PELAPORAN KEUANGAN
Pelaporan keuangan di inggris termasuk yang paling komprehensif didunia. Laporan keuangan umumnya mencakup :
- Laporan direksi
- Laporan laba dan rugi dan neraca
- Laporan arus kas
- Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui
- Laporan kebijakan akuntansi
- Catatan atas referensi dalam laporan keuangan
- Laporan auditor

PENGUKURAN AKUNTANSI
Inggris memperbolehkan baik metode akuisisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Aktiva dapat dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini atau menggunakan gabungan keduannya. Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar pengukuran yang digunakan terhadap aktiva terkait. Pajak tangguhan dihitung berdasarkan metode kewajiban dengan dasar provisi penuh untuk kebanyak perbedaan waktu.

6. AMERIKA SERIKAT
Akuntasi di Amerika serikat diatur oleh badan sector sawasta ( Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Board – FASB ). Hingga tahun 2000, Institut Amerika untuk Akuntan Publik ( American Institute of Certified Public Accountants – AICPA ).

REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
System AS tidak memiliki ketentuan hokum secara umum mengenai penerbitan laporan keuangan yang diaudit secara periodic. Perusahaan di AS diberntuk berdasarkan hokum Negara bagian, bukan hokum federal. Prinsip prinsip akuntansi yang diterima secara umum ( GAAP ) terdiri dari seluruh standar, aturan dan regulasi akuntansi keuangan yang harus diperhatikan ketika menyusun laporan keuangan. Karena, FASB dan SEC mempertimabangkan untuk mengubah GAAP AS dari standar berdasarkan aturan menuju standar berdasarkan prinsip.

PELAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan tahunan yang semestinya dibuat oleh sebuah perusahaan AS yang besar meliputi komponen berikut ini :
- Laporan manajemen
- Laporan auditor
- Laporan keugan utama ( laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan laba komprehensif dan laporan ekuitas pemegang saham )
- Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan
- Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan keuangan
- Catatan atas laporan keuangan
- Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atau sepuluh tahun
- Data kuartal terpilih

PENGUKURAN AKUNTANSI
Aturan pengukuran akuntansi Amerika Serikat mengasumsikan bahwa suatu entitas usaha akan terus melangsungka usahanya. Menggunakan biaya historis untuk menilai aktiva berwujud dan tidak berwujud. Metode LIFO, FIFO dan rata diperbolehkan dan digunakan secara luas dalam penetuan harga persediaan. LIFO yang popular karena dapat digunakan untuk keperluan pajak penghasil federal. Pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan metode kewajiban.

DAFTAR PUSTAKA
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2005.





BAB 4
AKUNTANSI KOMPARATIF II
AMERIKA & ASIA
Dalam materi ini akan dibahas mengenai sistem akuntansi di 5 negara, yaitu 2 negara di benua Amerika (Amerika Serikat dan Meksiko)dan 3 negara di Benua Asia (India, China, dan Jepang). Alasan menggunakan kelima negara tersebut antara lain, Amerika dan Jepang merupakan 2 negara dengan tingkat perkembangan ekonomi yang tinggi, menjadi pusat perekonomian dan negara pendiri Komite Standart Akuntansi Internasional (IASB – International Accounting Standart Board). Sementara Meksiko, India dan China merupakan negara dengan perekonomian yang baru”muncul”. Selain itu, sistem akuntansi di Meksiko memiliki bentuk yang hampir serupa dengan akuntansi dinegara-negara latin lainnya. Sedangkan China merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dan perekonomiannya berubah dari perekonomian terpusat menjadi market-oriented. Begitu juga dengan negara India yang merupakan negara dengan populasi terbesar kedua setelah China.
LIMA SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NASIONAL
AMERIKA SERIKAT
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem akuntansi di Ameriak Serikat bersifat Common Law dan diatur oleh sektor khusus Dewan Standart Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Board- FASB), namun untuk kewenangannnya dibawah SEC ( Securities and Exchange Commisson). Yaitu, SEC memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan standart akuntansi dan laporan perusahaan publik akan tetapi bergantung pada sektor swsta dalam penerapan standardisasi tersebut. FASB dibentuk pada tahun 1973 dan pada Desember 2006 telah mengeluarkan Laporan Standart Akuntansi Keuangan 158 ( 158 Statement of Financial Accounting Standards-SFASs) dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang berguna untuk para investor baik yang telah maupun yang berpotensi menjadi investor, kreditor, dan lainnya yang memutuskan untuk mengembil kredit, investasi dsb.
Prinsip Akuntansi yang Berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles- GAAP) terdiri atas seluruh standar akuntansi keuangan, peraturan, dan regulasi yang harus dipatuhi dalam mempersiapkan laporan keuangan dengan komponen utama dari GAAP ini adalah SFASs. Pada tahun 2002 FASB dan IASB menandatangani Norwalk Agreement dengan tujuan untuk menghilangkan perbedaan yang muncul diantara standardisasi mereka serta mengkoordinasikan agenda pengaturan standardisasi sehingga permasalahan utama yang muncul dapat diselesaikan bersama. Pada tahun yang sama , 2002, ditandatangani UU Sarbanes-Oaxley Act yang secara signifikan memperluas persyaratan AS dalam perusahaan pemerintah, penjelasan, dan laporan serta regulasi proesi audit.
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan di Amerika Serikat meliputi:
1. Laporan Manajemen
2. Laporan auditor independen
3. Laporan Keuangan Primer (Laporan Laba-Rugi, neraca, laporan arus kas, laba-rugi komprehensif, perubhan ekuitas pemegang saham)
4. Diskusi manajemen dan analisa hasil operasional dan kondisi keuangan
5. Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laoran keuangan
6. Catatan atas laporan keuangan
7. Perbandingan data keuangan selama 5 atau 10 tahun
8. Data triwulan terpilih
Patokan Akuntansi
• Penggabungan bisnis dihitung seprti sebuah pembelian
• Goodwill dikapitalisasi sebagai selisih antara harga pasar yang dipertimbangkan dengan harga pasar dibwah aet bersih yang diperoleh
• Aset berwujud dan tidak berwujud inilai dengan harga perolehan
• Persediaan menggunakan metode FIFO, LIFO dan average
• LIFO digunakan untuk tujuan kepentingan pajak
• Penyesuaian mata uang asing megikuti persyaratan dari SFASs no.52 yang berdsarkan pada tambahan fungsional mata uang asing untuk menentukan metodologi penyesuaian pertukaran mata uang asing
• Penyusutan dan amorrtisasi ditentukaan dengan estimasi umur ekonomis
• Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan saat terjadinya
MESIKO
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem akuntansi negara Meksiko adalah Code Law, dan standardisasi akuntansinya dikeluarkan oleh Council for Research and Development of Financial Information Standards (Consejo Mexicano Para La Investigacion y Dessarollo de Normas de Informacion Financiera - CINIF). Untuk standardsasi proses audit dikeluarkan oleh Mexican Institute of Public Accountants (Instituto Mexicano de Contadores Publicos) melalui Auditing standards and Procedures Commision. Sistem akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan sistem Inggris-Amerika atau Anglo-Saxon, daripada pendekatan Eropa Kontinental. Prinsip akuntansi di Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil serta dapat diaplikasikan ke semua bidang bisnis.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan di Meksiko harus disesuaikan dengan tingkat inflasi yang terjadi, dan harus meliputi:
1. Neraca
2. laporan Laba-Rugi
3. Laporan perubahan ekuitas pemegang saham
4. Laporan perubahan posisi keuangan
5. Catatan, merupakan bagian yang melengkapi laporan perubahan posisi keuangan, yang meliputi antara lain :
• Kebijakan akuntani pada perusahaan
• Ketersediaan material
• Komitmen untuk pembelian saham substansial atau dibawah hak kontrak
• Penjelasan mendetail mengenai utang jangka panjang dan kurs mata uang asing
• Batasan Dividen
• Jaminan
• Rencana pensiun pegawai
• Transaksi dengan perusahaan sejawat
• Pajak
Patokan Akuntansi
• Bisnis gabungan menggunakan metode pembelian
• Goodwill merupakan kelebihan harga pembelian terhadap nilai sekarang aset bersih yang didapatkan
• Aset berwujud/ tidak berwujud didepresiasi / diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya (biasanya tidak lebih dari 20tahun)
• Biaya penelitian dibebankan saat terjadinya, dan biaya pengembangan dikapitalisasi dan diamortisasi saat kemungkinan teknoligi hadir
• Sewa guna usaha termasuk ke dalam financial lease atau operational lease
• Kerugian bersyarat diakui ketika mungkin terjadi dan dapat diukur
• Cadangan tak terduga tidak dapat diterima oleh GAAP Meksiko
• Pajak tangguhan disediakan dengan menggunakan metode kewajiban

JEPANG
Pembukuan dan laporan keuangan di Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestik dan internasional. Untuk memahami sistem pembukuan Jepang, kita harus memahami budaya, praktik bisnis dan sejarah Jepang. Perusahaan Jepang memiliki ketertarikan ekuitas tersendiri, dan sering kali bergabung dengan firma milik pribadi yang lain. Keterhubungan daerah investasi industri konglomerat raksasa ini disebut keiretsu.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (companuy low), undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law). Ketiga badan hukum tersebut saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang disebut sebagai “sistem legal triangular.
Undang-undang perusahaan diatur oleh Ministry of Justice (MOJ). Hukum tersebut merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling memiliki pengaruh besar. Semua perusahaan yang didirikan berdasrkan undang-undang perusahaan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan akuntansi.
Berdasarkan Undang-undang perusahaan, laporan keuangan serta jadwal yang mendukung pada perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya oleh auditor yang berwenang. Baik auditor berwenang atau independen, keduanya harus mengaudit laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan sesuai dengan undang-undang pertukaran dan sekuritas. Auditor yang berwenang tidak memerlukan kuallifikasi profesional dan ditugasi oleh perusahaan secara penuh. Audit berwenang biasanya fokus pada manajerial direktur dan baik bekerja sesuai dengan kewenangannya tau tidak. Auditor independen melibatkan pemeriksaan terhadap laporan dan catatan keuangan, serta harus dilakukan oleh akuntan publik bersertifikasi (certified public accountans - CPAs).
Laporan Keuangan
Perusahaan yang bergabung di bawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untul disetujui pada saat rapat pemegang saham, yang isinya antara lain:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
4. Laporan bisnis
5. Jadwal terkait
Patokan Akuntansi
Metode pooling of interest (penyatuan saham) untuk bisnis gabungan digunakan pada situasi tertentu saja di mana tidak ada perusahaan yang mengontrol perusahaan lainnya. Sebaliknya, bisnis gabungan dihitung karena pembelian. Goodwill dihitung dengan dasar harga pasar aset bersih yang didapatkan dan diamortisasi lebih dari 20 tahun atau kurang serta subjek terhadap tes penurunan nilai. Metode ekuitas digunkan untuk investasi dalam perusahaan afiliasi ketika perusahaan induk memberikan pengaruh signifikan daripada kebijakan operasional dan finansial. Metode ekuitas juga digunkan untuk menghitung proyek gabungan, gabungan yang profesional tidak diperbolehkan. Dibawah standar stimulasi mata uang, aset dan kewajiban dari anak perusahaan asing dihitung dengan tingkat kurs saat itu (akhir tahun), pendapatan dan beban dalam rata-rata, serta penyesuaian pertukaran mata uang asing berada dalam ekuitas pemegang saham.
Persediaan yang harus dihitung apakah cocok dengan biaya atau lebih rendah atau nilai keuntungan bersih. FIFO, LIFO, serta metode biaya rata-rata semuanya menerima metode cost flow (arus biaya), dengan rata-rata yang paling populer. Investasi dalam saham dinilai pada harga pasar. Aset tetap dinilai pada biaya dan didepresiasi yang berkenaan dengan hukum perpajakan. Metode declining balance (saldo menurun) merupakan metode depresiasi paling umum. Aset bersih juga diuji dengan penurunan nilai.
Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap penyewa dikapitalisasi. Sewa menyewa keuangan lainnya mungkin kapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunkan metode kewajiban. Kerugian bersyarat dipersiapkan hingga terbuka kemungkinan dan dapat diperkirakan. Dibutuhkan cadangan: setiap tahun perusahaan harus mengalokasikan dejumlah minimal 10 persen kas dividen dan bonus yang dibayarkan pada direktur dan auditor berwang hingga cadangan mencapi 25 persen dari saham.

CINA
• Pada akhir tahun 1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari program terpusat gaya Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namun masih dalam kendali partai komunis.
• Ekonomi Cina saat ini digambarkan sebagao ekonomi hibrid, di mana negara mengontrol komoditas dan industri strategis, sementara industri lainnya, seperti perdagangan dan sektor swasta, ditumbuhkan dengan sistem berorientasi pasar.
• Melihat perkembangan sistem ekonomi yang ada di Cina, maka sistem dan aturan akuntansi di Cina juga berubah seiring adanya reformasi ekonomi yang terjadi.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
• Pada tahun 1992, Departemen Keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE).
• ASBE adalah sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar baru akuntansi yang ada yang pada akhirnya menyeragamkan praktik do mestik dan menyeragamkan praktik akuntansi Cina fengan praktik internasional.
• Kemudian, pada tahun 1998 Cina mendirikan Komite Standar Akuntansi Cina (The China Accounting Standards Committee-CASC) sebagai lembaga berwenang dalam departemen keuangan yang bertanggungjawab untuk mengembangkan standar akuntansi.
• Pada akhirnya, tahun 2006 susunan baru ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar akuntansi Cina yang pada hakikatnya sejalan dengan IFRS.
Pelaporan Keuangan
• Periode pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan.
• Laporan Keuangan terdiri atas:
a. Neraca
b. Laporan laba rugi
c. Laporan arus kas
d. Laporan perubahan ekuitas
e. Catatan
Patokan Akuntansi
• Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian.
• Kapitalisasi dan Uji penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk goodwill.
• Untuk menghitung usaha gabungan digunakan metode ekuitas.
• Penilaian aset menggunakan basis harga perolehan.
• Biaya depresiasi didasarkan pada basis ekonomi.
• Penilaian persediaan menggunakan metode FIFO dan rata-rata.
.
INDIA
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
a. Akuntansi dipengaruhi oleh bangsa inggris
b. Departemen Urusan Perusahaan pada tahun 1956 memperbaharui Akta Perusahaan yang berisikan Kitab Akuntansi. Menurut Akta tersebut, Kitab Akuntansi :
• Harus memberikan sudut pandang yang adil dan sebenarnya menyangkut status urusan perusahaan
• Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan system akuntansi pencatatan ganda
c. Lembaga yang bertanggungjawab atas izin profesi Akuntansi, pengembangan standart dan proses audit adalah The Institute of Chartered Accountant of India. Institute tersebut berencana untuk mengadopsi IFRS secara penuh tanpa modifikasi
d. Standar Akuntansi India atau Indian Accounting Standards (AS) diterbitkan oleh Dewan Akuntansi Standar (Accounting Standards Board), Standart Asuransi dan Auditing atau (Auditing Assurance Standards) diterbitkan oleh Dewan Audit dan Asuransi Standar
e. Pengawasan terhadap pasar modal ada pada Securities and Exchange Board of India (SEBI)
Pelaporan Keuangan
1. Neraca dua tahun
2. Laporan Laba Rugi
3. Laporan Arus Kas
4. Kebijakan Akuntansi dan Catatan
Pengukuran Akuntansi
• Penggabungan
• Untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian besar menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation
• Goodwill
• Dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
• Penilaian asset tetap memakai nilai wajar dan harga perolehan, sedangkan asset tidak berwujud diamortisasi lebih dari 10 tahun
• Biaya persediaan dihitung yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai yang dapat direalisasi, FIFO, dan rata-rata
• Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan didepresiasi terhadap masa penggunaan sewa
• Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus


RANGKUMAN PERBEDAAN PRAKTIK AKUNTANSI
Amerika Serikat Meksiko Jepang Cina India
1. Penggabungan usaha: pembelian atau pooling Pembelian Pembelian Keduanya Pembelian Keduanya
2. Goodwill Kapitalisasi dan uji penurunan nilai Kapitalisasi dan uji penurunan nilai Kapitalisasi, dan amortisasi dan uji penurunan nilai Kapitalisasi dan uji penurunan nilai Kapitalisasi, dan amortisasi dan uji penurunan nilai
3. Assosiasi Metode ekuitas Metode ekuitas Metode ekuitas Metode ekuitas Metode ekuitas
4. Penilaian asset Harga perolehan Penyesuaian kisaran harga Harga perolehan Harga perolehan Harga perolehan
5. Biaya depresiasi Berbasis ekonomi Berbasis ekonomi Berbasis pajak Berbasis ekonomi Berbasis ekonomi
6. Penilaian persediaan LIFO Boleh Tidak digunakan Boleh Dilarang Dilarang
7. Kemungkinan rugi Diakui (accrued) Diakui (accrued) Diakui (accrued) Diakui (accrued) Diakui (accrued)
8. Sewa pembiayaan Dikapitalisasi Dikapitalisasi Dikapitalisasi Dikapitalisasi Dikapitalisasi
9. Pajak tangguhan Diakui (accrued) Diakui (accrued) Diakui (accrued) Diakui (accrued) Diakui (accrued)
10. Cadangan untuk memuluskan pendapatan Tidak Tidak Tidak Tidak Beberapa

DAFTAR PUSTAKA
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2010.

Perbandingan Harmonisasi IFRS di Negara Australia dengan IFRS di Negara Indonesia

Perbandingan Harmonisasi IFRS di Negara Australia dengan IFRS di Negara Indonesia





4EB01
DISUSUN OLEH :
DWI SUSANTI (20208405)
MARINA SNELLIANA (2A211360)
NURFAJRIANTI SUNDARTINI (20208927)
RISA SEPTIANI (21208070)
SARRAH ARIFAH (21208136)


UNIVERSITAS GUNADARMA
2011-2012


BAB I
PENDAHULUAN
Banyaknya perusahaan yang melakukan operasi bisnis di luar batas negaranya, menunjukkan arah perkembangan operasi bisnis yang bersifat global. Hal ini dibuktikan dengan hasil survey yang dilakukan oleh Deloitte Touche Tohmatsu Internasional pada tahun 1992, terhadap 400 perusahaan skala menengah di dua puluh negara maju yang melakukan bisnis di pasar internasional (Iqbal, et al., 1997 dalam Arja Sadjiarto, 1999). Galobalisasi juga nampak dengan semakin banyaknya kerjasama komunitas internasional yang dilakukan oleh beberapa negara termasuk Indonesia. Kerjasama tersebut diantaranya North American Free Trade Agreement (NAFTA), ASEAN Federation of Accountants(AFA), Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC), World Trade Organization (WTO), dan International Organization of Securities Commissions (IOSOC). Globalisasi membawa implikasi bahwa hal-hal yang dahulunya merupakan kewenagan dan tanggungjawab tiap negara, akan dipengaruhi oleh dunia internasional. Demikian pula dengan pelaporan keuangan dan standar akuntansi suatu negara (Arja Sadjiarto, 1999). Standar akuntansi memberikan gambaran yang jelas dan konsisten kepada pemegang saham, membuat laporan perusahaan lebih dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan.
Standar akuntansi yang dapat diperbandingkan sangat diperlukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional, juga oleh para pengguna laporan keuangan yang ingin mengevaluasi kinerja perusahaan skala global dan untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan sekuritas. Operasi bisnis dan pasar modal yang berkembang mengarah ke internasional, tidak didukung oleh akuntansi dan pelaporannya, karena akuntansi dan pelaporannya masih berorientasi lokal. Adanya operasi bisnis dan pasar modal yang bersifat global tersebut tentu menuntut adanya standar yang bersifat global atau bersifat internasional, karena aturan-aturan akuntansi yang bersifat lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan bisnis dan keuangan internasional. Oleh karena itu, beberapa kelompok profesi berusaha membuat standar akuntansi internasional.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Harmonisasi
Pengertian harmonisasi adalah suatu upaya dalam mencari keselarasan. Namun, pengertian harmonisasi dalam akuntansi adalah suatu proses untuk meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Secara sederhana pengertian harmonisasi standar akuntansi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional.Negara tersebut hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional.
Keuntungan Harmonisasi Internasional:
1) Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
2) Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik portofolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang.
3) Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi.
4) Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard pat disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tertinggi.standar akuntansi internasional memiliki sifat lebih fleksibel dan terbuka.
Harmonisasi standar akuntansi internasional pertama kali dikenalkan oleh European Commision (EC). Pada tahun 1995 EC mengadopsi pendekatan baru bagi harmonisasi akuntansi yang memperbolehkan penggunaan standar akuntansi internasional untuk perusahaan yang terdaftar di pasar modal internasional. Lembaga-lembaga yang aktif dalam usaha harmonisasi standar akuntnasi internasional antara lain adalah IASC (International Accountig Standard Commitee) dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Beberapa pihak yang diuntungkan dengan adanya harmonisasi tersebut adalah perusahaan-perusahaan multinasional, kantor akuntan internasional, organisasi perdagangan, serta International Organization of Securities Commissions (IOSCO) ((Arja Sadjiarto, 1999). Harmonisasi standar akuntansi internasional berarti proses meningkatkan kesesuaian praktik akuntansi melalui penyusunan batasan berbagai macam perbedaan (Choi, et al., 1999). Dengan demikian harmonisasi dapat mengakomodasi perbedaan nasional dan meningkatkan komparabilitas informasi keuangan dari berbagai negara. Harmonisasi membuat standar akuntansi keuangan sejalan dengan standar akuntansi internasional.
2.2 Pengertian dan penjelasan dari IFRS
IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standar Board (IASB).Standar Akuntansi Internasional disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC).
IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.
Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
1. Transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.
Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh adanya suatu perubahan sistem IFRS sebagai standar global yaitu :
• Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal.
• Investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
• Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi
• Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.

2.3 Harmonisasi IFRS di Australia

Adopsi IFRS telah dilakukan di beberapa negara, di antaranya di Uni Eropa yang mengharuskan semua perusahaan yang terdaftar di bursa harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi sesuai IFRS (SG-007), sedang di Inggris standar yang menyerupai IFRS diperlukan untuk menghindari masalah tentang perusahaan yang terdaftar dan yang tidak terdaftar di bursa dan IFRS dianggap sebagai suatu tantangan, yang pada akhirnya menyambut baik IFRS untuk mengurangi perbedaan antara standar akuntansi di Inggris dan IFRS (Fearnley dan Hines, 2003). Australia adalah salah satu negara yang berpengaruh dalam pengembangan akuntansi internasional sejak konsep dari komite akuntansi internasional dikembangkan di Sidney tahun 1972.
Sebelum beralih ke penjelasan lebih lanjut, berikut ini adalah penjelasan dari singkatan-singkatan yang sering digunakan Australia dalam lembaga akuntansi internasional :

Keputusan untuk mengadopsi IFRS di Australia berawal dari diputuskannya mengadopsi IFRS mulai dari 1 januari 2005 yang merupakan keputusan pada tahun 2002. Seiring dengan jadwal European Union (EU) untuk pengadopsian IFRS. IFRS 2004 yang merupakan ‘platform stabil’ diadopsi.
Manfaat mengadopsi IFRS bagi Australia adalah :
 Membantu menarik modal ke Australia = menurunkan biaya modal
 Biaya lebih rendah bagi pelapor, auditor dan pemakai laporan keuangan dari entitas multinasional (tidak perlu susun ulang)
 Mengisi kesenjangan dalam AGAAP, misalnya yang berhubungan dengan instrumen keuangan
Biaya:
 Hilangnya pedoman yang ada di AGAAP, misalnya pedoman akuntansi untuk imbalan yang diterima karyawan
 pengenalan metode akuntansi opsional = komparabilitas berkurang
 kehilangan kebebasan untuk membangun set standar yang terpisah untuk entitas non-nirlaba
 Biaya-biaya sehubungan dengan penerapan perubahan

Proses pengadopsian IFRS
• Proses penggabungan dimulai di tahun 1996, mencapai puncaknya di tahun 2002 ketika Australian Convergence Handbook (Buku Pegangan Konvergensi Australia) diterbitkan
• Di tahun 2002, jurang perbedaan antara IFRS dan AGAAP telah jauh berkurang

Pada tahun 2002, perbedaan utama yang masih ada antara IFRS dan AGAAP adalah:
 IFRS lebih komprehensif sehubungan dengan akuntansi untuk instrumen keuangan dan imbalan pasca-kerja; sedangkan
 AGAAP lebih komprehensif sehubungan dengan akuntansi untuk asuransi, kegiatan pertambangan, aktiva tak berwujud, dan kerangka kerja
 Setiap standar IFRS dipaparkan dalam bentuk Exposure Draft oleh AASB, yang meminta komentar apakah standar akan berdampak positif bagi ekonomi Australia
 Waktu yang cukup disediakan bagi yang berkepentingan untuk mengenal konsep IFRS dan membangun sistem yang sesuai – proses selesai pada Juli 2004
 Kebanyakan entitas memiliki 2 tahun untuk menerapkan IFRS – secara umum neraca tahunan yang terdampak adalah per 30 Juni 2006
 April 2004, untuk membantu proses pengadopsian, AASB menerbitkan AASB 1047 Disclosing the Impacts of Adopting Australian Equivalents to IFRSs (Pencatatan Dampak akan Pengadopsian Standar Australia setara dengan IFRS)
 AASB 1047 mengharuskan entitas untuk mencatatkan dampak yang relevan bagi tahun sebelum tahun adopsi dalam laporan keuangan mereka – biasanya tahun yang berakhir 30 Juni 2005
 IFRS 4 Insurance Contracts (Kontrak Asuransi) dan IFRS 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources (Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral) masih mempertahankan fitur-fitur penting dari AGAAP yang berhubungan dengan Asuransi dan Aktivitas Pertambangan

Dampak IFRS atas laporan keuangan
 Penerusan biaya eksplorasi masih ok, namun dengan kriteria yang sedikit berbeda dari AGAAP aslinya
 Derivatif (produk turunan) – kebanyakan entitas, termasuk bank, harus mengidentifikasi dan menilai fair value (harga wajar) dari derivative
 Penurunan nilai harta finansial, terutama dalam buku pinjaman – berubah dari model ‘dinamis’ ke model ‘kerugian yang timbul’
 Kontrak asuransi – faktor bunga berubah ke risk free (bunga bebas resiko) dan uji kelayakan liabilitas asuransi diperkenalkan
 Pertanian – tak banyak perubahan – beberapa isu sehubungan dengan harta biologis masih ada, misalnya sehubungan dengan perkebunan kelapa sawit di Indonesia
 Pemulihan penilaian atas aktiva tak berwujud (termasuk merek)

Setelah dilakukan harmonisasi IFRS dengan standar akuntansi di Australia, hasil yang diperoleh adalah :
 Laporan keuangan entitas Australia lebih banyak dimengerti di seluruh dunia
 Sinergi dalam persiapan, audit dan kajian laporan keuangan Australia untuk entitas yang merupakan bagian dari kelompok multinasional
 Biaya awal sehubungan dengan proses adopsi, terutama untuk penerapan IAS 39 untuk entitas seperti bank dan perusahaan asuransi
 IFRS terus mengalami perubahan - kebanyakan perubahan ini didorong oleh hal-hal yang tidak berlaku bagi Australia
 Isu akuntansi yang relevan untuk Australia mungkin bukanlah prioritas global, misalnya seperti Aktivitas Pertambangan, dan Laba Rugi versus Pendapatan Lain-Lain (Other comprehensive income)
 Adopsi IFRS menyoroti kekhawatiran akan pengungkapan yang berlebihan
2.4 Harmonisasi IFRS di Indonesia
Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS). Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi). Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan, mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan, supplier, investor, dan kreditor. Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan antaralain nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara, perbedaan sistem pemerintahan pada tiaptiap negara, perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara, serta tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi.
Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia.
Sejarah dan perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia. Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2008).
a. Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda.
b. Sampai Thn. 1955 : Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.
c. Tahun. 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi.
d. Tahun. 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi.
e. Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee)
f. Sejak Tahun. 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.
g. Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan.
h. Tahun. 2012 : Ikut IFRS sepenuhnya?
Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standards Board. Oleh karena itu, arah penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut. Posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar- daftar berikut ini(sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2009).
Tabel 1:
IFRS/IAS yang Telah Diadopsi ke dalam PSAK hingga 31 Desember 2008
1. IAS 2 Inventories
2. IAS 10 Events after balance sheet date
3. IAS 11 Construction contracts
4. IAS 16 Property, plant and equipment
5. IAS 17 Leases
6. IAS 18 Revenues
7. IAS 19 Employee benefits
8. IAS 23 Borrowing costs
9. IAS 32 Financial instruments: presentation
10. IAS 39 Financial instruments: recognition and measurement
11. IAS 40 Investment propert
Tabel 2:
IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2009
1. IFRS 2 Share-based payment
2. IFRS 4 Insurance contracts
3. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations
4. IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources
5. IFRS 7 Financial instruments: disclosures
6. IAS 1 Presentation of financial statements
7. IAS 27 Consolidated and separate financial statements
8. IAS 28 Investments in associates
9. IFRS 3 Business combination
10. IFRS 8 Segment reporting
11. IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates and errors
12. IAS 12 Income taxes
13. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates
14. IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans
15. IAS 31 Interests in joint ventures
16. IAS 36 Impairment of assets
17. IAS 37 Provisions, contingent liabilities and contingent assets
18. IAS 38 Intangible assets
Tabel 3:
IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2010
1. IAS 7 Cash flow statements
2. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance
3. IAS 24 Related party disclosures
4. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies
5. IAS 33 Earning per share
6. IAS 34 Interim financial reporting
7. IAS 41 Agriculture
Untuk hal-hal yang tidak diatur standar akuntansi internasional, DSAK akan terus mengembangkan standar akuntansi keuangan untuk memenuhi kebutuhan nyata di Indonesia, terutama standar akuntansi keuangan untuk transaksi syariah, dengan semakin berkembangnya usaha berbasis syariah di tanah air. Landasan konseptual untuk akuntansi transaksi syariah telah disusun oleh DSAK dalam bentuk Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Hal ini diperlukan karena transaksi syariah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan transaksi usaha umumnya sehingga ada beberapa prinsip akuntansi umum yang tidak dapat diterapkan dan diperlukan suatu penambahan prinsip akuntansi yang dapat dijadikan landasan konseptual.
Revisi terbaru PSAK yang mengacu pada IFRS Sejak Desember 2006 sampai dengan pertengahan tahun 2007 kemarin, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah merevisi dan mengesahkan lima Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Revisi tersebut dilakukan dalam rangka konvergensi dengan International Accounting Standards (IAS) dan International financial reporting standards (IFRS). 5 butir PSAK yang telah direvisi tersebut antara lain: PSAK No. 13, No. 16, No. 30 (ketiganya revisi tahun 2007, yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2008), PSAK No. 50 dan No. 55 (keduanya revisi tahun 2006 yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2009).
1. PSAK No. 13 (revisi 2007) tentang Properti Investasi yang menggantikan PSAK No. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi (disahkan 1994),
2. PSAK No. 16 (revisi 2007) tentang Aset Tetap yang menggantikan PSAK 16 (1994) : Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK 17 (1994) Akuntansi Penyusutan,
3. PSAK No. 30 (revisi 2007) tentang Sewa menggantikan PSAK 30 (1994) tentang Sewa Guna Usaha.
4. PSAK No. 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan yang menggantikan Akuntansi Investasi Efek Tertentu
5. PSAK No. 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran yang menggantikan Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai.

Kelima PSAK tersebut dalam revisi terakhirnya sebagian besar sudah mengacu ke IAS/IFRS, walaupun terdapat sedikit perbedaan terkait dengan belum diadopsinya PSAK lain yang terkait dengan kelima PSAK tersebut. Dengan adanya penyempurnaan dan pengembangan PSAK secara berkelanjutan dari tahun ke tahun, saat ini terdapat tiga PSAK yang pengaturannya sudah disatukan dengan PSAK terkait yang terbaru sehingga nomor PSAK tersebut tidak berlaku lagi, yaitu :
1. PSAK No. 9 (Revisi 1994) tentang Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek pengaturannya disatukan dalam PSAK No. 1 (Revisi 1998) tentang Penyajian Laporan Keuangan;
2. PSAK No. 17 (Revisi 1994) tentang Akuntansi Penyusutan pengaturannya disatukan dalam PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset Tetap;
3. PSAK No. 20 tentang Biaya Riset dan Pengembangan (1994) pengaturannya disatukan dalam PSAK No. 19 (Revisi 2000) tentang Aset Tidak Berwujud.
PSAK yang sedang dalam proses revisi
Ikatan Akuntan Indonesia merencanakan untuk konvergensi dengan IFRS mulai tahun 2012, untuk itu Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) sedang dalam proses merevisi 3 PSAK berikut (Sumber: Deloitte News Letter, 2007):
• PSAK 22 : Accounting for Business Combination, which is revised by reference to IFRS 3 : Business Combination;
• PSAK 58 : Discontinued Operations, which is revised by reference to IFRS 5 : Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations;
• PSAK 48 : Impairment of Assets, which is revised by reference to IAS 36 : Impairment of Assets
Berikut adalah program pengembangan standar akuntansi nasional oleh DSAK dalam rangka konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2008):
• Pada akhir 2010 diharapkan seluruh IFRS sudah diadopsi dalam PSAK;
• Tahun 2011 merupakan tahun penyiapan seluruh infrastruktur pendukung untuk implementasi PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS;
• Tahun 2012 merupakan tahun implementasi dimana PSAK yang berbasis IFRS wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik. Namun IFRS tidak wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan local yang tidak memiliki akuntabilitas publik.

Pengembangan PSAK untuk UKM dan kebutuhan spesifik nasional didahulukan.
Efek penerapan International Accounting Standard (IAS) terhadap Laporan Keuangan. Beberapa penelitian di luar negeri telah dilakukan untuk menganalisa dan membuktikan efek penerapan IAS (IFRS) dalam laporan keuangan perusahaan domestik. Penelitian itu antara lain dilakukan oleh Barth, Landsman, Lang (2005), yang melakukan pengujian untuk membuktikan pengaruh Standar Akuntansi Internasional (SAI) terhadap kualitas akuntansi. Penelitian lain dilakukan oleh Marjan Petreski (2005), menguji efek adopsi SAI terhadap manajemen perusahaan dan laporan keuangan. Hung & Subramanyan (2004) menguji efek adopsi SAI terhadap laporan keuangan perusahaan di Jerman. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa total aktiva, total kewajiban dan nilai buku ekuitas, lebih tinggi yang menerapkan IAS disbanding standar akuntansi Jerman, dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pendapatan dan laba bersih yang didasarkan atas Standar Akuntansi Internasional dan Standar Akuntansi Jerman. Adopsi SAI juga berdampak pada rasio keuangan, antaralain rasio ROE, RAO, ATO, rasio LEV dan PM, rasio nilai buku terhadap nilai pasar ekuitas, rasio Earning to Price.
2.5 Perbandingan harmonisasi IFRS di Australia dengan IFRS di Indonesia
Australian Accounting Standards Board (AASB) adalah lembaga pemerintah Australia yang mengembangkan dan memelihara standar pelaporan keuangan yang berlaku untuk entitas di sektor swasta dan publik dari ekonomi Australia.
AASB mempunyai tanggung jawab untuk membuat standar baik sektor publik maupun sektor pribadi dan bebas untuk mencari tim dan staf. The AASB menggunakan kerangka kerja konseptual, yang meliputi Laporan Akuntansi Konsep (SAC 1 Definisi Pelapor dan SAC 2 Tujuan Tujuan Umum Pelaporan Keuangan) yang dikembangkan oleh mantan AASB dan Sektor Publik Dewan Standar Akuntansi (PSASB), untuk mengevaluasi usulan standar akuntansi.
Berdasarkan Corporations Act 2001 Australia, banyak entitas harus menerapkan Standar Akuntansi Australia ketika menyiapkan laporan keuangan mereka. Beberapa entitas sektor publik wajib menerapkan Standar Akuntansi Australia dengan salah satu undang-undang Persemakmuran, negara bagian atau wilayah, melalui petunjuk khusus untuk pembuat atau pelaporan kerangka kerja yang ditetapkan pedoman atau peraturan.
Anggota CPA Australia, The Institute of Chartered Accountants di Australia dan National Institute Akuntan memiliki kewajiban profesional untuk mengambil semua langkah yang wajar dalam kekuasaan mereka untuk memastikan bahwa entitas dengan yang mereka terlibat sesuai dengan Standar Akuntansi Australia ketika mempersiapkan keuangan mereka untuk tujuan umum laporan.
Sejak tahun 2002, AASB mengadopsi Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005. Pada bulan Juli 2004, AASB mengadopsi sejumlah standar yang berlaku dari tahun 2005, termasuk:
• Standar Akuntansi Australia yang mengadopsi Standar IASB
• Standar AASB yang mendukung Standar Akuntansi Australia yang mengadopsi IASB
• Standar AASB Lain yang berlaku untuk entitas jenis tertentu
GAAP Australia dibuat untuk membantu pengguna antara lain, pemerintahan, auditor, pengguna, regulator, akademisi, dan mahasiswa. Dalam kesempatan kali ini penulis bermaksud menyajikan data yang didapat dari Kementerian Keuangan Australia mengenai standar akuntansi akrual mereka dan memperbandingkannya dengan standar akuntansi akrual dalam negeri. Harapan saya dapat menggali pengetahuan lebih dalam mengenai praktik akuntansi akrual.
PERBANDINGAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAHAN INDONESIA DAN AUSTRALIA
NEGARA KESATUAN
REPUBLIK INDONESIA NEGARA PERSEMAKMURAN
AUSTRALIA
1. Rencana Penerapan Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual:Selambat-lambatnya 2015. 1. Telah menganut basis Akrual
2. Periode Pelaporan:
1 Januari 20XX – 31 Desember 20XX 2. Periode Pelaporan:
1 Juli 20XX – 31 Juni 20XX
3. Standar:PSAP melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 3. Standar:Setiap Tahun standarnya dapat berubah disesuaikan dengan kebutuhan atas pengelolaan AASB. Untuk pelaporan keuangan pemerintahan mengacu pada: AASB 1049-Whole of Government and General Government Sector Financial Reporting. Asumsi diambil periode pelaporan:
“1 Juli 2010 s.d. 31 Juni 2011”
4. Hal-Hal yang diatur dalam PSAP:
1. PSAP 01 Penyajian Laporan Keuangan
2. PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas
3. PSAP 03 Laporan Arus Kas
4. PSAP 04 Catatan Atas Laporan Keuangan
5. PSAP 05 Akuntansi Persediaan
6. PSAP 06 Akuntansi Investasi
7. PSAP 07 Akuntansi Aset Tetap
8. PSAP 08 Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan
9. PSAP 09 Akuntansi Kewajiban
10. PSAP 10 Koreksi Kesalahan, Perubahan kebijakan akuntansi, perubahan Estimasi Akuntansi, dan operasi yang tidak dilanjutkan
11. PSAP 11 Laporan Keuangan Konsolidasian
12. PSAP 12 Laporan Operasional


4. Standar Akuntansi yang digunakan untuk periode 1 Juli 2010 s.d. 31 Juni 2011:
1. AASB 1 First-time Adoption of Australian Accounting Standards – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 2 Share-based Payment – July 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2010
1. AASB 3 Business Combinations – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 4 Insurance Contracts – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 5 Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources – December 2007 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009
1. AASB 7 Financial Instruments: Disclosures – June 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 8 Operating Segments – December 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 101 Presentation of Financial Statements – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 102 Inventories – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009 that end on or after 30 Jun 2009
1. AASB 107 Statement of Cash Flows – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 108 Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors – December 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 110 Events after the Reporting Period – December 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 111 Construction Contracts – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009 that end on or after 30 Jun 2009
1. AASB 112 Income Taxes – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 116 Property, Plant and Equipment – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2009
1. AASB 117 Leases – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2010
1. AASB 118 Revenue – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 119 Employee Benefits – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 120 Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance – July 2008 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009
1. AASB 121 The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 123 Borrowing Costs – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009 that end on or after 30 Jun 2009
1. AASB 124 Related Party Disclosures – December 2009 (Principal)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 127 Consolidated and Separate Financial Statements – July 2008 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2009
1. AASB 128 Investments in Associates – June 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2010
1. AASB 129 Financial Reporting in Hyperinflationary Economies – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009 that end on or after 30 Jun 2009
1. AASB 131 Interests in Joint Ventures – June 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2010
1. AASB 132 Financial Instruments: Presentation – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 133 Earnings per Share – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 134 Interim Financial Reporting – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 136 Impairment of Assets – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2010
1. AASB 137 Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 138 Intangible Assets – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2009
1. AASB 139 Financial Instruments: Recognition and Measurement – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 140 Investment Property – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 141 Agriculture – October 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009 that end on or after 30 Jun 2009
1. AASB 1004 Contributions – December 2007 (Principal)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2008
1. AASB 1023 General Insurance Contracts – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 1031 Materiality – December 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 1038 Life Insurance Contracts – October 2010 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2011
1. AASB 1039 Concise Financial Reports – June 2009 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009 that end on or after 30 Jun 2009
1. AASB 1048 Interpretation of Standards – June 2010 (Principal)
Applies to reporting periods ending on or after 30 Jun 2010
1. AASB 1049 Whole of Government and General Government Sector Financial Reporting – September 2008 (Compilation)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jan 2009
1. AASB 1050 Administered Items – December 2007 (Principal)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2008
1. AASB 1051 Land Under Roads – December 2007 (Principal)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2008
1. AASB 1052 Disaggregated Disclosures – December 2007 (Principal)
Applies to reporting periods beginning on or after 01 Jul 2008
1. AAS 25 Financial Reporting by Superannuation Plans – December 2005 (Compilation)
Applies to reporting periods ending on or after 31 Dec 2005
5. Penerapan Akrual :Pengakuan pendapatan dan beban, maupun pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas 5. Penerapan Akrual :Mengakui aset, kewajiban, pendapatan,biaya dan arus kas dari semua entitas di bawah kontrolpemerintah
6. Komponen Laporan Keuangan :
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
3. Laporan Operasional
4. Laporan Perubahan Ekuitas
5. Neraca
6. Laporan Arus kas
7. Catatan atas Laporan Keuangan 6. Komponen Laporan Keuangan :
1. Statement of Comprehensive Income
2. Neraca
3. Laporan Arus kas
4. Kebijakan Akuntansi dan Catatan atas Laporan Keuangan
• Laporan Perubahan Ekuitas secara terpisah, tidak diperlukan
7. Unsur-Unsur Laporan Realisasi Anggaran :
1. Pendapatan-LRA;
2. belanja;
3. transfer;
4. surplus/defisit-LRA;
5. pembiayaan;
6. sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran. 7. Laporan mengenai anggaran seluruh entitas pemerintahan dan GGS disajikan ke parlemen, seluruh laporan keuangan pemerintah dan GGS harus mengungkapkan:
• Laporan Anggaran; dan
• Penjelasan varians (realisasi) antara jumlah aktual yang disajikan di muka laporan keuangan dan jumlah anggaran yang sesuai.
8. Unsur-unsur Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih:
1. Penggunaan SAL sebagai Penerimaan Pembiayaan Tahun Berjalan
2. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA)
3. Koreksi Kesalahan Pembukuan tahun Sebelumnya
4. Lain-lain 8. Idem
9. Unsur-unsur dalam Laporan Operasional:
1. PENDAPATAN
® PENDAPATAN ASLI DAERAH
• Pendapatan Pajak Daerah
• Pendapatan Retribusi Daerah
• Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
• PAD Lainnya
® PENDAPATAN TRANSFER
• TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-DANA PERIMBANGAN
o Dana Bagi Hasil Pajak
o Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam
o Dana Alokasi Umum
o Dana Alokasi Khusus
o TRANSFER PEMERINTAH PUSAT LAINNYA
 Dana Otonomi Khusus
 Dana Penyesuaian
® LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
• Pendapatan Hibah
• Pendapatan Dana Darurat
• Pendapatan Lainnnya
1. BEBAN
® Beban Pegawai
® Beban Belanja Barang
® Beban Bunga
® Beban Subsidi
® Beban Hibah
® Beban Bantuan Sosial
® Beban Penyusutan
® Beban Transfer
® Beban Lain-lain
1. POS LUAR BIASA
® Pendapatan Luar Biasa
® Beban Luar Biasa 9. Statement of Comprehensive Income
1. Revenue from Transactions
® Taxation revenue
® Other revenue
• Interest, other than swap interest
• Dividends and income tax from other sector entities
• Dividends from associates (part of share of net profit/(loss) from associates)
• Sales of goods and services
• Other current revenues
1. Expenses from Transactions
® Employee benefits expense
• Wages, salaries and supplements
• Superannuation
® Use of goods and services
® Depreciation
® Interest, other than swap interest and superannuation interest expenses
® Subsidy expenses
® Grants
® Social benefits
® Income tax expenses
® Superannuation net interest expenses
1. Other Economic Flows – Included in Operating Result
® Other revenue
• Net swap interest revenue
• Dividends from other sector entities
® Net foreign exchange gains/(losses)
® Net gain on sale of non-financial assets
® Net gain on financial assets or liabilities at fair value through operating result
® Net actuarial gains
® Amortisation of non-produced assets
® Doubtful debts
® Share of net profit/(loss) from associates, excluding dividends
OPERATING RESULT
1. Other Economic Flows – Other Non-owner Changes in Equity
® Revaluations
® Net gain on equity investments in other sector entities measured at proportional share of the carrying amount of net assets/(liabilities)
® Net gain on financial assets measured at fair value
10. Unsur-unsur Laporan Perubahan Ekuitas:
1. Surplus/Defisit-Lo
2. Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan/Kesalahan Mendasar:
® Koreksi Nilai Persediaan
® Selisih Revaluasi Aset Tetap
® Lain-Lain 10. Unsur-unsur Laporan Perubahan Ekuitas:
1. Surplus/Defisit-Lo
2. Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan/Kesalahan Mendasar:
® Koreksi Nilai Persediaan
® Selisih Revaluasi Aset Tetap
® Lain-Lain
11. Pos-Pos yang disajikan di dalam Neraca:
1. kas dan setara kas;
2. investasi jangka pendek;
3. piutang pajak dan bukan pajak;
4. persediaan;
5. investasi jangka panjang;
6. aset tetap;
7. kewajiban jangka pendek;
8. kewajiban jangka panjang;
9. ekuitas. 11. Statement of Financial Position:
1. Finansial Assets
® Cash and deposits
® Accounts receivable
® Securities other than shares
® Loans
® Advances
® Shares and other equity
1. Non Finansial Assets
® Produced assets
• Inventories
• Machinery and equipment
• Buildings and structures
• Intangibles
• Valuables
® Non-produced assets
• Land
• Intangibles
1. Liabilities
® Deposits held
® Accounts payable
® Securities other than shares
® Borrowing
® Superannuation
® Provisions
1. Equity
12. Unsur-unsur dalam Laporan Arus Kas:
1. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
® Arus Masuk Kas
• Pendapatan Pajak Daerah
• Pendapatan Retribusi Daerah
• Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
• Lain-lain PAD yang sah
• Dana Bagi Hasil Pajak
• Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam
• Dana Alokasi Umum
• Dana Alokasi Khusus
• Dana Otonomi Khusus
• Dana Penyesuaian
• Pendapatan Bagi Hasil Pajak
• Pendapatan Bagi Hasil Lainnya
• Pendapatan Hibah
• Pendapatan Dana Darurat
• Pendapatan Lainnya
• Pendapatan Luar Biasa
® Arus Keluar Kas
• Beban Pegawai
• Beban Barang
• Bunga
• Subsidi
• Beban Hibah
• Beban Bantuan Sosial
• Belanja Tak Terduga
• Bagi Hasil Pajak
• Bagi Hasil Retribusi
• Bagi Hasil Pendapatan Lainnya
• Beban Kejadian Luar Biasa
1. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
® Arus Masuk Kas
• Pencairan Dana Cadangan
• Penjualan atas Tanah
• Penjualan atas Peralatan dan Mesin
• Penjualan atas Gedung dan Bangunan
• Penjualan atas Jalan, Irigasi dan Jaringan
• Penjualan Aset Tetap
• Penjualan Aset Lainnya
• Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
• Penerimaan Penjualan Investasi Non Permanen
® Arus Keluar Kas
• Pembentukan Dana Cadangan
• Perolehan Tanah
• Perolehan Peralatan dan Mesin
• Perolehan Gedung dan Bangunan
• Perolehan Jalan, Irigasi dan Jaringan
• Perolehan Aset Tetap Lainnya
• Perolehan Aset Lainnya
• Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
• Pengeluaran Pembelian Investasi Non Permanen
1. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
® Arus Masuk Kas
• Pinjaman Dalam Negeri – Pemerintah Pusat
• Pinjaman Dalam Negeri – Pemerintah Daerah Lainnya
• Pinjaman Dalam Negeri – Lembaga Keuangan Bank
• Pinjaman Dalam Negeri – Lembaga Keuangan Bukan Bank
• Pinjaman Dalam Negeri – Obligasi
• Pinjaman Dalam Negeri – Lainnya
• Penerimaan Kembali Pinjaman kepada Perusahaan Negara
• Penerimaan Kembali Pinjaman kepada Perusahaan Daerah
• Penerimaan Kembali Pinjaman kepada Pemerintah Daerah Lainnya
® Arus Keluar Kas
• Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri – Pemerintah Pusat
• Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri – Pemerintah Daerah Lainnya
• Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri – Lembaga Keuangan Bank
• Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri – Lembaga Keuangan Bukan Bank
• Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri – Obligasi
• Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri – Lainnya
• Pemberian Pinjaman kepada Perusahaan Negara
• Pemberian Pinjaman kepada Perusahaan Daerah
• Pemberian Pinjaman kepada Pemerintah Daerah Lainnya
1. Arus Kas dari Aktivitas Nonanggaran
® Arus Masuk Kas
• Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
® Arus Keluar Kas
• Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 12. Statement of Cash Flows:
1. Cash Flows from Operating Activities
® Cash received
• Taxes received
• Sales of goods and services
• Interest, excluding swap interest
• Dividends from associates
• Other receipts
® Cash paid
• Payments to and on behalf of employees
• Purchases of goods and services
• Interest, excluding swap interest
• Subsidies
• Grants
• Social benefits
• Other payments
1. Cash Flows from Investing Activities
® Non-Financial Assets
• Sales of non-financial assets
• Purchases of new non-financial assets
® Financial Assets (Policy Purposes)
• Sales of investments
• Purchases of investments
1. Cash Flows from Financing Activities
® Cash received
• Borrowing
• Deposits received
• Swap interest
• Other financing
® Cash paid
• Borrowing
• Deposits paid
• Swap interest
• Other financing
13. CaLK 13. CaLK

PENUTUP
Laporan keuangan merupakan piranti yang sangat penting untuk akuntabilitas dan pengambilan keputusan. Sebagaimana telah dikemukakan di depan tujuan akuntabilitas dan pengambilan keputusan merupakan obyektif yang utama dari laporan keuangan, sedang obyektif-obyektif yang lain bertolak dari kedua obyektif utama tersebut.
Lingkungan operasi suatu entitas mempengaruhi obyektif dari laporan keuangannya. Memahami sifat pemerintah serta lingkungan operasinya yang kompleks adalah penting untuk menetapkan obyektif laporan keuangan pemerintah.
Obyetif dari laporan keuangan harus mengacu kepada kebutuhan informasi dari para pemakai eksternal, dengan pengertian bahwa informasi tersebut merupakan “common needs” atau “common interests” dari para pemakai yang kepentingannya tidak selalu sama. Di sektor publik seperti di sektor privat para pemakai itu dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok utama. Berdasarkan penelahaan atas literatur akuntansi dan pertanyaan-pertanyaan otoritatif mengenai pelaporan keuangan pemerintah, international federation of accountants public sector committee (IFAC-PSC) mengelompokkan para pemakai tersebut dalam kelompok berikut:
1. Badan legislatif dan badan lain mempunyai kekuasaan mengatur dan mengendalikan (governing bodies).
2. Publik (rakyat).
3. Investor dan kreditor.
4. Pemerintah lain, badan internasional dan penyedia sumber lain.
5. Analisis ekonomi dan keuangan.
Mereka menginginkan laporan keuangan pemerintah itu dapat memberikan informasi mengenai:
1. Integritas Anggaran
Pelaporan keuangan Federal harus membantu dalam pemenuhan kewajiban pemerintah memberikan akuntanbilitas publik (publicity accountable) untuk uang-uang yang dihimpun melalui perpajakan dan sarana-sarana lain dan untuk pengeluaran-pengeluarannya sesuai dengan undang-undang anggaran dan peratuan perundang¬undangan yang berkaitan. Pelaporan keuangan Federal harus memungkinkan pembaca mentapkan:
• Bagaimana sumber-sumber anggaran telah diperoleh dan digunakan dan apakah perolehan dan penggunaan tersebut sesuai dengan undang-undang anggaran,
• Status dari sumber-sumber anggaran, dan
• Bagaimana pelaporan anggaran berkaitan dengan informasi lain mengenai biaya operasi-operasi program dan apakah informasi mengenai status sumber-sumber anggaran diintegrasikan dan konsisten dengan informasi akuntansi lain mengenai aset dan kewajiban.
1. Kinerja Operasi
Laporan Keuangan harus membantu pemakai laporan dalam mengevaluasi upaya-upaya pelayanan, biaya, dan pencapaian aktivitas dari entitas pelaporan, cara bagaimana upaya dan pencapaian tersebut dibelanjakan, dan manajemen atas aset dan kewajiban entitas. Laporan keuangan harus memungkinkan pembaca menetapkan :
• Biaya dari program-program dan aktivitas-aktivitas spesifik dan
• Upaya-upaya dan pencapaian-pencapaian yang berkaitan dengan program-program pemerintah dan perubahannya dan dalam hubungannya dengan biaya; dan
• Efisiensi dan efektivitas manajemen pemerintah atas aset-aset dan kewajiban-kewajibannya.
1. Pengurusan (Stewardship)
Laporan keuangan pemerintah harus membantu pemakai laporan menaksir dampak dari operasi dan investasi pemerintah terhadap negara untuk periode yang bersangkutan dan bagaimana, sebagai hasilnya, kondisi keuangan pemerintah dan bangsa telah berubah dan mungkin berubah di masa depan.
Laporan keuangan pemerintah juga harus memungkinkan pembaca untuk menetapkan:
• Apakah posisi keuangan pemerintah meningkat atau menjadi lebih jelek setalah periode yang bersangkutan
• Apakah sumber-sumber anggaran di masa depan diperkirakan akan mencukupi untuk mempertahankan pelayanan publik dan untuk memenuhi kewajiban pada waktu jatuh temponya, dan
• Apakah operasi pemerintah telah memberikan kontribusi kepada kesejahteraan bangsa di masa sekarang dan di masa depan.
1. Pencegahan kecurangan, pemborosan, dan penyimpangan laporan keuangan pemerintah harus membantu pemakai laporan memahami /mengerti apakah terdapat sistem manajemen keuangan dan pengendalian internal yang cukup.
Dengan keluarnya Standar Akuntansi Pemerintahan Akrual ini artinya kita harus segera menyiapkan diri untuk menjadi operator sekaligus penggunanya.



Daftar Pustaka
http://www.aasb.gov.au/Pronouncements/Current-standards.aspx
http://www.aasb.gov.au/Home.aspx
http://www.ksap.org/
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=ifrs+di+australia&source=web&cd=2&ved=0CDsQFjAB&url=http%3A%2F%2Fwww.iaiglobal.or.id%2Ftentang_iai_download.php%3Fid%3D95%26kfile%3D2&ctbs=ctr%3AcountryID&ei=DLNyT7XQGoP3rQeujMXkDQ&usg=AFQjCNFQKbBE3UW3bZOFXyPhQbwaHlg3dA&cad=rja

http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/jiw/article/viewPDFInterstitial/17058/17021

http://www.artikata.com/arti-329605-harmonisasi.html

http://virdhawaty.blogspot.com/2011/03/harmonisasi-akuntansi-internasional.html

http://fathir32.wordpress.com/2011/05/14/perkembangan-standar-akuntansi-keuanganjurnal-ifrs-indonesia-menuju-international-financial-reporting-standards/

Sejarah Akuntansi Australia

1086
William Sang Penakluk Mengumumkan Kitab Domesday, yang berisi
catatan dari apa adalah karena raja dan penguasa-nya secara rinci sedemikian rupa sehingga
menentang sanggahan. William dilembagakan feodalisme di Inggris setelah mengalahkan
Inggris Raja Harold, dan sistem yang diperlukan catatan lebih menjaga.

1225
Hakim kepala Milan membuat rekening penuh barang dilakukan pada
kapal. Republik Italia awal telah lulus hukum yang membutuhkan publik yang
ahli Taurat melacak barang dagangan.

1374
Penyair Geoffrey Chaucer bekerja sebagai pengawas keuangan adat di pelabuhan
London. Chaucer Canterbury Tales termasuk pedagang membual dan
Reeve yang "auditor tidak pernah bisa menang terus." Dengan penutupan Tengah
Abad, perdagangan begitu berkembang bahwa transaksi kredit telah menjadi
luas, dan pencatatan (dan penjaga catatan) perlu lebih
tepat.

1494
Italia biarawan Luca Pacioli de resmi memperkenalkan "double entry"
pembukuan dalam bukunya Summa de Arithmetica, kompendium yang
matematika pengetahuan. Pacioli mendasarkan karyanya pada prosedur yang
umumnya digunakan di Genoa, Florence, Milan dan Venice sejak sekitar

1350
Pembukuan berpasangan yang membuat lebih mudah bagi mereka untuk mendeteksi kesalahan
dan memberikan gambaran yang lebih lengkap dari kegiatan usaha-neraca yang bersama
dengan laporan laba rugi.

1553
James Peele menulis apa yang mungkin adalah teks Inggris lebih dulu asli pada
pembukuan.

1581
Para Collegio dei Raxonati menjadi masyarakat pertama di dunia
akuntan. Dengan 1669, tidak ada yang akan diijinkan untuk berlatih di Venice
tanpa menjadi anggota kampus.

1600
East India Company. Perusahaan perdagangan memperkenalkan
investasi modal dan Pembagian dividen, menciptakan kebutuhan besar untuk
akuntabilitas kepada investor.

1651
Johnannes Dyckman bergerak sebagai pemegang buku untuk New Amsterdam
bawah Gubernur Peter Stuyvesant. Dyckman akan diganti satu tahun kemudian
karena tidak benar diberikan account. Usaha akuntansi memiliki
sudah mulai tumbuh di Amerika.

1775-1783
Revolusi Amerika tidak langsung menyebabkan pertumbuhan akuntansi di
Inggris sebagai kreditur menunjuk akuntan sebagai wali selama ledakan
yang mengalami kebangkrutan. Pada 1793, perusahaan perbankan lebih dari 20 di Inggris dan
Skotlandia gagal, dan akuntan turun tangan untuk menyelesaikan urusan mereka.

1789
Pemerintah AS menciptakan Departemen Keuangan, termasuk
pengawas keuangan dan auditor. Benjamin Franklin mendesak pengusaha untuk memiliki
pelatihan dan fasilitas di "accompts." diterima Franklin uang sebagai muda
pria menjaga pembukuan, dan digunakan keterampilan kemudian untuk menciptakan
layanan pos. Thomas Jefferson dua teks pembukuan antara
pertama buku di Perpustakaan Kongres.

1841-1850
Memperluas imperium kereta api mempekerjakan akuntan sebagai auditor independen
manajemen.

1850
Ada 264 "accomptants" yang tercantum dalam direktori dari London
profesional. Pada tahun 1799, hanya ada 11; pada tahun 1840, ada 107.

1854
Skotlandia secara resmi mengakui profesi di bawah penunjukan
"Akuntan sewaan."

1880
Inggris secara resmi mengakui "akuntan", ketika
Institute of Chartered Accountants di Inggris & Wales didirikan
oleh Royal Charter Mei 1880 menyusul datang bersama enam lokal
masyarakat akuntan di London, Liverpool, Manchester dan Sheffield.
Lembaga menerima Piagam Tambahan tahun 1948. Sebagai Chartered
tubuh, Institut beroperasi terutama untuk kepentingan umum dan untuk yang
anggota yang ada lebih dari 124.000.

1887
Organisasi akuntansi pertama di Amerika Serikat didirikan.

1896
Negara bagian New York secara resmi mengakui profesi di bawah lisensi
bersertifikat akuntan publik.

1897
New York State Masyarakat Akuntan Publik ini disusun
pada tanggal 28 Januari. Negara bagian lain cepat mengikuti. Charles Haskins Waldo adalah
terpilih sebagai presiden pertama NYSSCPA tersebut. Haskins sudah adalah yang pertama
presiden dari Dewan Penguji Negara Akuntan Publik pada tahun 1896.
Pada tahun 1900, ia menjadi dekan pertama dari Sekolah Universitas New York
Perdagangan, Rekening dan Keuangan.

1895-1905
New York, Ontario dan Barat Perusahaan Kereta Api menjadi yang pertama
kereta api di Amerika Serikat mengeluarkan laporan keuangan yang diaudit. Serikat
States Steel adalah perusahaan industri besar pertama untuk mengeluarkan diaudit
melaporkan. Adil Life Assurance Masyarakat menjadi asuransi pertama
perusahaan memiliki audit independen. Pintu air dibuka untuk
bersertifikat akuntan publik. Sementara itu, universitas besar seperti
University of Chicago dan Dartmouth mendirikan kursus akuntansi,
meskipun perguruan tinggi bisnis telah diselenggarakan untuk mengajar pembukuan dan
akuntansi keterampilan sejak pertengahan abad ke-19

1913
Berlakunya undang-undang pajak pendapatan AS menetapkan akuntan sebagai
utama profesi di arena ini. Pada saat yang sama, CPA manajemen
keahlian ketapel profesi sebagai konsultan top di ruang rapat dan
di lantai pabrik.

1928
The Institute of Chartered Accountants di Australia (ICAA) adalah
merupakan oleh Royal Charter pada tahun 1928. Para ICAA sekarang beroperasi di bawah
Tambahan Kerajaan Piagam (diubah dari waktu ke waktu) yang diberikan oleh
Gubernur Jenderal atas nama Ratu Elizabeth II pada tanggal 23 Agustus 2000.

1931
Kasus Ultramares menetapkan prinsip bahwa auditor memiliki kewajiban
kepada pihak ketiga mengandalkan laporan auditor. The American Institute of
CPA menghilangkan kata "sertifikasi" dari laporan tersebut dan menggantikannya dengan
"Diperiksa" untuk menekankan laporan itu pendapat, bukan jaminan.
1933
Academy of Motion Picture Seni dan Ilmu Pengetahuan memilih Harga
Waterhouse untuk mengawasi pemungutan suara untuk penghargaan Oscar pada tahun 1933, dalam
tanggapan terhadap kepercayaan bahwa penghargaan itu dicurangi. Itu
Akademi mempublikasikan pertunangan untuk menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap
Oscar.

1941
The US Securities and Exchange Commission mengharuskan laporan auditor
menyatakan bahwa pemeriksaan dibuat sesuai dengan prinsip
diterima standar akuntansi.

1952
Pada tahun 1952 Commonwealth Ikatan Akuntan (sebelumnya dikenal sebagai
yang tergabung Ikatan Akuntan, Victoria) dan Federal
Ikatan Akuntan, yang didirikan di Victoria memutuskan untuk menggabungkan dan
membentuk Society Australia Akuntan. Masyarakat Australia
Akuntan berubah nama menjadi Society Australia Bersertifikat
Akuntan Mempraktekkan pada tahun 1990 dan kemudian beberapa tahun kemudian berubah nya
nama, lagi, untuk CPA Australia.

1965
Pada tahun 1965 ICAA dan CPA Australia didirikan sebuah Akuntansi
Research Foundation. Pada tahun 1974 ini direorganisasi dan berganti nama menjadi
Australia Akuntansi Research Foundation ("AARF"). Yayasan
melakukan penelitian, memproduksi makalah diskusi, monograf dan
panduan, dan mempersiapkan pengajuan kepada Pemerintah atas nama BPA
Australia dan ICAA. Dewan hidup tunggal dari AARF adalah
Legislasi Review Board (setelah Australia Standar & Jaminan
Dewan diasumsikan oleh Pelaporan Keuangan Pemerintah Australia
Council) dan ketua sekarang adalah kita sendiri Richard Bobb.

1968
AS Kontinental Kasus Vending memperluas tanggung jawab
auditor untuk memasukkan sanksi pidana karena telah melihat ke arah lain
ketika mereka tidak seharusnya.
1973
Kesadaran masyarakat terhadap standar akuntansi yang berlaku umum menyebabkan
pembentukan Keuangan Standar Akuntansi independen AS
Dewan.
1973
Akuntansi Internasional Komite Standar ("IASC") dibentuk
pada pertemuan perdananya 29 Juni 1973 di London sebagai akibat dari
perjanjian oleh badan akuntansi di Australia, Kanada, Perancis, Jerman,
Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris dan Irlandia dan
Amerika Serikat, dan negara-negara ini merupakan Dewan IASC pada saat itu
waktu. Pada tanggal 1 April 2001, Dewan Standar Akuntansi Internasional
(IASB) diasumsikan akuntansi penetapan standar tanggung jawab dari perusahaan
pendahulunya tubuh, IASC. Ini adalah puncak dari restrukturisasi
berdasarkan rekomendasi dari Rekomendasi laporan
Membentuk IASC untuk Masa Depan. IASB menerbitkan Standar dalam serangkaian
pernyataan disebut Standar Pelaporan Keuangan Internasional
(IFRS). Hal ini juga diadopsi tubuh Standar yang dikeluarkan oleh Dewan
Akuntansi Internasional Komite Standar (IASC). Itu
pernyataan terus ditunjuk "Akuntansi Internasional
Standar "(IAS).

1977
Didirikan pada tahun 1977, Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
didirikan sebagai organisasi seluruh dunia untuk akuntansi yang
profesi. IFAC terdiri dari 163 badan anggota di 119 negara,
mewakili lebih dari 2,5 juta akuntan publik yang bekerja di
prakteknya, industri dan perdagangan, pemerintah, dan akademisi. IFAC yang
misinya adalah untuk melayani kepentingan umum, dengan memperkuat seluruh dunia
akuntansi profesi dan memberikan kontribusi pada pengembangan yang kuat
internasional ekonomi dengan mengembangkan dan mempromosikan kepatuhan terhadap
berkualitas tinggi standar profesional, memajukan internasional
konvergensi standar tersebut dan berbicara tentang isu-isu kepentingan publik
mana keahlian profesi adalah yang paling relevan.

2000
Hukum Australia Reformasi Ekonomi Perusahaan Program Act 1999
membentuk dasar untuk pengaturan setting standar baru sebagai bagian dari
Pemerintah Australia Perusahaan Hukum Program Ekonomi Reformasi.
Undang-undang secara resmi menetapkan pengaturan baru datang ke
berlaku tanggal 1 Januari 2000.
Pengaturan kelembagaan untuk pengaturan standar akuntansi melibatkan
Pelaporan Keuangan Dewan (FRC) dengan tanggung jawab pengawasan untuk
Dewan Standar Akuntansi Australia (AASB), yang akan menangani
standar pengaturan di sektor swasta dan publik dan memiliki sendiri
penelitian dan staf administrasi. Ini menggantikan pengaturan di bawah
AASB yang bekerja bersama-sama dengan Masyarakat profesi akuntansi yang
Sektor Dewan Standar Akuntansi dan menggunakan layanan dari staf
AARF tersebut.

2004
Hukum Australia Ekonomi Perusahaan Program Reformasi (Reformasi Audit
& Pengungkapan Perusahaan) Act 2004 disediakan untuk pembentukan
dibentuk kembali Audit dan Assurance Standards Board ("AUASB") sebagai
independen badan hukum. Sebagai audit nasional dan jaminan
standar setter, yang AUASB memiliki peran penting dalam mengembangkan tinggi
kualitas standar dan pedoman terkait untuk auditor dan penyedia
lain jaminan layanan. Dewan ini sebelumnya diatur oleh AARF
sampai dengan 1 Juli 2004.

澳大利亚的会计历史

1086
征服者威廉宣布末日审判书,其中包含
什么纪录是在这样一种方式,由于国王和他的裁决中详细
对驳斥。威廉提起在英国失败后封建
英王哈罗德,系统需要更多的记录保存。

1225
米兰首席法官作出充分考虑货物进行
出货。意大利共和国开始,已通过法律,要求公众
跟踪商品的文士。

1374
诗人杰弗里•乔叟在口岸海关担任财务总监
伦敦。乔叟的坎特伯雷故事集“,包括商人和吹牛
里夫的“核数师不能取胜。”随着中央倒闭
世纪,贸易的增长,信用交易有
宽,并记录(纪录保持者)需要更
权利。

1494
意大利僧人卢卡帕茨奥里的正式出台的“复式”
在他的总结汇编的算术,簿记
数学知识。帕茨奥里根据他的工作程序
常用于热那亚,佛罗伦萨,米兰和威尼斯约

1350
复式记账,使它更容易为他们检测错误
联合资产负债表的运作,并提供一个更完整的图片
损益表。

1553
Peele詹姆斯写道:什么是可能的第一个英文原文上
簿记。

1581
的的Collegio DEI Raxonati成为在世界上第一所社区
会计师。到1669年,没有人将被允许在威尼斯练习
而校园里的成员。


1600
东印度公司。贸易公司介绍
股息和资本投资的部门,创造了巨大的需求
对投资者负责。

1651
dyckman Johnannes移动作为新阿姆斯特丹簿记
根据州长彼得Stuyvesant。 dyckman将于一年后更换
因为它并没有真正的帐户。企业会计有
已经开始在美国成长。

1775-1783
美国革命没有直接导致会计增长
英语作为债权人委任作为受托人的会计师,在爆炸
破产。在1793年,20多家金融公司在英国和
苏格兰失败,会计师进行干预,以解决自己的事务。

1789
美国政府创造了财政部,包括
审计长。本杰明•富兰克林敦促企业家有
在培训和设施“accompts。”富兰克林收到的钱,作为一个年轻的
男子保持的书籍,购买和使用创造技能
邮政服务。托马斯•杰斐逊两课本
在美国国会图书馆的第一本书。

1841年至1850年
扩大铁路帝国聘请会计师独立审计师
管理。

1850
有264的“accomptants”的在伦敦目录列出
专业。在1799年,只有11个;在1840年,有107个。

1854年
苏格兰正式承认根据指定的专业
“特许会计师”。

1880
英国正式承认的“会计”时,
在英格兰及威尔士特许会计师公会成立
继英国皇家宪章1880年5月六个本地
在伦敦,利物浦,曼彻斯特和谢菲尔德的会计师。
其他机构接受1948年的“宪章”。作为特许
团体,学会工作主要是在公共利益和为
有超过124万的成员。

1887年
在美国的首个会计组织正式成立。

1896年
纽约州正式承认的职业许可
注册会计师。

1897年
纽约州注册会计师协会组织
1月28日。其他国家很快效仿。查尔斯•沃尔哈斯金斯
当选总统的NYSSCPA第一。哈斯金斯是第一
国家于1896年注册会计师考试委员会主席。
在1900年,他成为了纽约大学学院的首任院长
商业,会计及财务。

1895-1905
纽约,安大略省和西部铁路公司成为首家
铁路在美国发行经审计的财务报表。工会
美国钢铁第一大工业企业发出审核
报告。公平人寿保险协会成为第一个保险
公司拥有独立的审计。打开闸门的

注册会计师。同时,如各大高校
芝加哥大学和达特茅斯大学设立会计科目,
尽管商学院已举行教簿记
自19世纪中叶的会计技能

1913年
一如美国所得税会计的实施
在这个舞台上的主要行业。同时,注册会计师管理
作为顾问的专业知识,弹射器在会议室的顶部和
车间。

1928年
在澳大利亚特许会计师协会(ICAA)研究所
是由1928年的皇家宪章。现在,本理事会下运作
给予额外的皇家宪章(不时修订)
总督代表英国女王伊丽莎白二世于2000年8月23日。

1931年
ultramares案件所确立的原则,核数师有责任
依靠审计报告的第三方。美国研究所
注册会计师删除“认证”字的报告,取而代之的是
“检查”,以强调该报告的意见,并不能保证。

1933年
电影艺术与科学学院选择价格
普华永道监督在1933年的奥斯卡奖投票,
相信,该奖项是操纵响应。它
学院出版参与创建在公众的信心
奥斯卡奖。

1941年
美国证券和交易委员会(SEC)要求核数师报告
国家考试的原则
公认的会计准则。

1952年
在1952年英联邦会计师协会(前身为
会计师协会的成员,维多利亚州)和联邦
会计师,这是建立在维多利亚学院决定结合起来,并
形成澳大利亚会计师协会。社会澳大利亚
会计师更名为澳大利亚会计师协会
执业会计师在1990年,然后几年后改变其
名称,再次,澳洲会计师公会。

1965年
1965年,本理事会和澳洲会计师公会建立了会计
研究基金会。它在1974年进行了改组,并改名为
澳大利亚会计研究基金会(“AARF”)。基础
进行研究,讨论论文,专着和
指导,并准备向政府提交的会计师事务所的代表
澳大利亚和本理事会。安理会的AARF是一个单一的生活
立法审查委员会(澳大利亚标准及安全后
澳大利亚政府承担财务汇报局
理事会)和现在是我们自己的董事长理查德•Bobb。


1968年
美国大陆贩卖的情况下延长责任
核数师,包括刑事制裁,看着其他方式
当他们不应该。

1973年
公众普遍接受的会计准则的认识,导致
建立一个独立的美国财务会计准则
会。
1973年
国际会计准则委员会(“常设委员会”)成立
在1973年6月29日,在伦敦的首次会议的结果
会计机构,在澳大利亚,加拿大,法国,德国,协议
日本,墨西哥,荷兰,英国和爱尔兰
美国,这些国家是在该委员会常设委员会
时间。 2001年4月1日起,国际会计准则委员会
(IASB)的假设,从公司的会计标准制定的责任
前身机构,机构间常设委员会。这是重组的高潮
建议的基础上,报告建议
塑造未来的常设委员会。国际会计准则委员会公布的一系列标准
声明中提到的国际财务报告准则
(国际财务报告准则“)。它还通过了由董事会颁发的标准体
国际会计准则委员会(IASC)。它
声明继续指定的“国际会计
标准“(IAS)的。

1977
成立于1977年,国际会计师联合会(IFAC)
作为一个全球会计组织建立
专业。在119个国家的163 IFAC会员团体组成,
代表超过250万注册会计师曾
实践中,工业和商业,政府和学术界。 IFAC的是
使命是为公众利益服务,以加强整个世界
会计专业和强劲的发展作出贡献
国际经济发展和促进遵守
高素质的专业标准,促进国际
这些标准的衔接和公共利益的问题上发言
哪里是最相关的专业知识。

2000
澳大利亚公司法经济改革计划法1999
形成的一部分,用于设置新标准设置的基础
澳大利亚政府公司法经济改革计划。
立法正式通过了一项新规例生效
2000年1月1日起,强制。
会计准则制定的制度安排涉及
财务报告委员会(FRC)的监督责任
澳大利亚会计准则委员会(AASB),它将处理
默认设置在私人和公共部门,并拥有自己的
研究人员和行政人员。它取代的安排下
AASB是会计专业协会与合作
部门会计准则委员会和使用工作人员的服务
AARF。

2004年
澳大利亚公司法经济改革计划(审计制度改革
上市公司信息披露)法2004“规定的设立
重组的审计和鉴证准则理事会(“AUASB”)
独立的法人实体。作为一个国家的审计和保证
AUASB标准的制定者,在发展高科技的重要作用
核数师和供应商的质量标准和相关的指导
其他保证服务。安理会曾管辖的AARF
2004年7月1日起,。

Àodàlìyǎ de kuàijì lìshǐ

1086
Zhēngfú zhě wēilián xuānbù mòrì shěnpàn shū, qízhōng bāohán
Shénme jìlù shì zài zhèyàng yī zhǒng fāngshì, yóuyú guówáng hé tā de cáijué zhōng xiángxì
Duì bóchì. Wēilián tíqǐ zài yīngguó shībài hòu fēngjiàn
Yīng wáng hā luō dé, xìtǒng xūyào gèng duō de jìlù bǎocún.

1225
Mǐlán shǒuxí fǎguān zuòchū chōngfèn kǎolǜ huòwù jìnxíng
Chū huò. Yìdàlì gònghéguó kāishǐ, yǐ tōngguò fǎlǜ, yāoqiú gōngzhòng
Gēnzōng shāngpǐn de wénshì.

1374
Shīrén jié fú lǐ•qiáo sǒu zài kǒu'àn hǎiguān dānrèn cáiwù zǒngjiān
Lúndūn. Qiáo sǒu de kǎntèbóléi gùshì jí “, bāokuò shāngrén hé chuīniú
Lǐ fu de “hé shù shī bùnéng qǔshèng.” Suízhe zhōngyāng dǎobì
Shìjì, màoyì de zēngzhǎng, xìnyòng jiāoyì yǒu
Kuān, bìng jìlù (jìlù bǎochí zhě) xūyào gèng
Quánlì.

1494
Yìdàlì sēngrén lú kǎ pà cí ào lǐ de zhèngshì chūtái de “fùshì”
Zài tā de zǒngjié huìbiān de suànshù, bùjì
Shùxué zhīshì. Pà cí ào lǐ gēnjù tā de gōngzuò chéngxù
Chángyòng yú rènàyà, fóluólúnsà, mǐlán hé wēinísī yuē

1350
Fùshì jì zhàng, shǐ tā gèng róngyì wèi tāmen jiǎncè cuòwù
Liánhé zīchǎn fùzhài biǎo de yùnzuò, bìng tígōng yīgè gèng wánzhěng de túpiàn
Sǔnyì biǎo.

1553
Peele zhānmǔsī xiě dào: Shénme shì kěnéng de dì yīgè yīngwén yuánwén shàng
Bùjì.

1581
De de Collegio DEI Raxonati chéngwéi zài shìjiè shàng dì yī suǒ shèqū
Kuàijìshī. Dào 1669 nián, méiyǒu rén jiāng bèi yǔnxǔ zài wēinísī liànxí
Ér xiàoyuán lǐ de chéngyuán.


1600
Dōng yìndù gōngsī. Màoyì gōngsī jièshào
Gǔxí hé zīběn tóuzī de bùmén, chuàngzàole jùdà de xūqiú
Duì tóuzī zhě fùzé.

1651
Dyckman Johnannes yídòng zuòwéi xīn āmǔsītèdān bùjì
Gēnjù zhōuzhǎng bǐde Stuyvesant. Dyckman jiāng yú yī nián hòu gēnghuàn
Yīnwèi tā bìng méiyǒu zhēnzhèng de zhànghù. Qǐyè kuàijì yǒu
Yǐjīng kāishǐ zài měiguó chéngzhǎng.

1775-1783
Měiguó gémìng méiyǒu zhíjiē dǎozhì kuàijì zēngzhǎng
Yīngyǔ zuòwéi zhàiquánrén wěirèn zuòwéi shòutuō rén de kuàijìshī, zài bàozhà
Pòchǎn. Zài 1793 nián,20 duō jiā jīnróng gōngsī zài yīngguó hé
Sūgélán shībài, kuàijìshī jìnxíng gānyù, yǐ jiějué zìjǐ de shìwù.

1789
Měiguó zhèngfǔ chuàngzàole cáizhèng bù, bāokuò
Shěnjì zhǎng. Běnjiémíng•fùlánkèlín dūncù qǐyè jiā yǒu
Zài péixùn hé shèshī “accompts.” Fùlánkèlín shōu dào de qián, zuòwéi yīgè niánqīng de
Nánzǐ bǎochí de shūjí, gòumǎi hé shǐyòng chuàngzào jìnéng
Yóuzhèng fúwù. Tuōmǎsī•jiéfěixùn liǎng kèběn
Zài měiguó guóhuì túshū guǎn de dì yī běn shū.

1841 Nián zhì 1850 nián
Kuòdà tiělù dìguó pìnqǐng kuàijìshī dúlì shěnjì shī
Guǎnlǐ.

1850
Yǒu 264 de “accomptants” de zài lúndūn mùlù liè chū
Zhuānyè. Zài 1799 nián, zhǐyǒu 11 gè; zài 1840 nián, yǒu 107 gè.

1854 Nián
Sūgélán zhèngshì chéngrèn gēnjù zhǐdìng de zhuānyè
“Tèxǔ kuàijìshī”.

1880
Yīngguó zhèngshì chéngrèn de “kuàijì” shí,
Zài yīnggélán jí wēi'ěrshì tèxǔ kuàijìshī gōnghuì chénglì
Jì yīngguó huángjiā xiànzhāng 1880 nián 5 yuè liù gè běndì
Zài lúndūn, lìwùpǔ, mànchèsītè hé xiè fēi'ěrdé de kuàijìshī.
Qítā jīgòu jiēshòu 1948 nián de “xiànzhāng”. Zuòwéi tèxǔ
Tuántǐ, xuéhuì gōngzuò zhǔyào shi zài gōnggòng lìyì hé wèi
Yǒu chāoguò 124 wàn de chéngyuán.

1887 Nián
Zài měiguó de shǒu gè kuàijì zǔzhī zhèngshì chénglì.

1896 Nián
Niǔyuē zhōu zhèngshì chéngrèn de zhíyè xǔkě
Zhùcè kuàijìshī.

1897 Nián
Niǔyuē zhōu zhùcè kuàijìshī xiéhuì zǔzhī
1 Yuè 28 rì. Qítā guójiā hěn kuài xiàofǎng. Chá'ěrsī•wò ēr hā sī jīn sī
Dāngxuǎn zǒngtǒng de NYSSCPA dì yī. Hā sī jīn sī shì dì yī
Guójiā yú 1896 nián zhùcè kuàijìshī kǎoshì wěiyuánhuì zhǔxí.
Zài 1900 nián, tā chéngwéile niǔyuē dàxué xuéyuàn de shǒu rèn yuàn zhǎng
Shāngyè, kuàijì jí cáiwù.

1895-1905
Niǔyuē, āndàlüè shěng hé xībù tiělù gōngsī chéngwéi shǒu jiā
Tiělù zài měiguó fāxíng jīng shěnjì de cáiwù bàobiǎo. Gōnghuì
Měiguó gāngtiě dì yī dà gōngyè qǐyè fāchū shěnhé
Bàogào. Gōngpíng rénshòu bǎoxiǎn xiéhuì chéngwéi dì yīgè bǎoxiǎn
Gōngsī yǒngyǒu dúlì de shěnjì. Dǎkāi zhámén de

Zhùcè kuàijìshī. Tóngshí, rú gè dà gāoxiào
Zhījiāgē dàxué hé dá tè máo sī dàxué shèlì kuàijì kēmù,
Jǐnguǎn shāng xuéyuàn yǐ jǔxíng jiào bùjì
Zì 19 shìjì zhōngyè de kuàijì jìnéng

1913 Nián
Yī rú měiguó suǒdéshuì kuàijì de shíshī
Zài zhège wǔtái shàng de zhǔyào hángyè. Tóngshí, zhùcè kuàijìshī guǎnlǐ
Zuòwéi gùwèn de zhuānyè zhīshì, tánshè qì zài huìyì shì de dǐng bù hé
Chējiān.

1928 Nián
Zài àodàlìyǎ tèxǔ kuàijìshī xiéhuì (ICAA) yánjiū suǒ
Shì yóu 1928 nián de huángjiā xiànzhāng. Xiànzài, běn lǐshì huì xià yùnzuò
Jǐyǔ éwài de huángjiā xiànzhāng (bùshí xiūdìng)
Zǒngdū dàibiǎo yīngguó nǚwáng yīlìshābái èr shì yú 2000 nián 8 yuè 23 rì.

1931 Nián
Ultramares ànjiàn suǒ quèlì de yuánzé, hé shù shī yǒu zérèn
Yīkào shěnjì bàogào de dì sānfāng. Měiguó yánjiū suǒ
Zhùcè kuàijìshī shānchú “rènzhèng” zì de bàogào, qǔ'érdàizhī dì shì
“Jiǎnchá”, yǐ qiángdiào gāi bàogào de yìjiàn, bìng bùnéng bǎozhèng.

1933 Nián
Diànyǐng yìshù yǔ kēxué xuéyuàn xuǎnzé jiàgé
Pǔ huá yǒng dào jiāndū zài 1933 nián de àosīkǎ jiǎng tóupiào,
Xiāngxìn, gāi jiǎngxiàng shì cāozòng xiǎngyìng. Tā
Xuéyuàn chūbǎn cānyù chuàngjiàn zài gōngzhòng de xìnxīn
Àosīkǎ jiǎng.

1941 Nián
Měiguó zhèngquàn hé jiāoyì wěiyuánhuì (SEC) yāoqiú hé shù shī bàogào
Guójiā kǎoshì de yuánzé
Gōngrèn de kuàijì zhǔnzé.

1952 Nián
Zài 1952 nián yīng liánbāng kuàijìshī xiéhuì (qiánshēn wèi
Kuàijìshī xiéhuì de chéngyuán, wéiduōlìyǎ zhōu) hé liánbāng
Kuàijìshī, zhè shì jiànlì zài wéiduōlìyǎ xuéyuàn juédìng jiéhé qǐlái, bìng
Xíngchéng àodàlìyǎ kuàijìshī xiéhuì. Shèhuì àodàlìyǎ
Kuàijìshī gēngmíng wèi àodàlìyǎ kuàijìshī xiéhuì
Zhíyè kuàijìshī zài 1990 nián, ránhòu jǐ nián hòu gǎibiàn qí
Míngchēng, zàicì, àozhōu kuàijìshī gōnghuì.

1965 Nián
1965 Nián, běn lǐshì huì hé àozhōu kuàijìshī gōnghuì jiànlìle kuàijì
Yánjiū jījīn huì. Tā zài 1974 nián jìnxíngle gǎizǔ, bìng gǎimíng wèi
Àodàlìyǎ kuàijì yánjiū jījīn huì (“AARF”). Jīchǔ
Jìnxíng yánjiū, tǎolùn lùnwén, zhuānzhe hé
Zhǐdǎo, bìng zhǔnbèi xiàng zhèngfǔ tíjiāo de kuàijìshī shìwù suǒ de dàibiǎo
Àodàlìyǎ hé běn lǐshì huì. Ānlǐhuì de AARF shì yīgè dānyī de shēnghuó
Lìfǎ shěnchá wěiyuánhuì (àodàlìyǎ biāozhǔn jí ānquán hòu
Àodàlìyǎ zhèngfǔ chéngdān cáiwù huìbào jú
Lǐshì huì) hé xiànzài shì wǒmen zìjǐ de dǒngshì zhǎng lǐ chá dé•Bobb.


1968 Nián
Měiguó dàlù fànmài de qíngkuàng xià yáncháng zérèn
Hé shù shī, bāokuò xíngshì zhìcái, kànzhe qítā fāngshì
Dāng tāmen bù yìng gāi.

1973 Nián
Gōngzhòng pǔbiàn jiēshòu de kuàijì zhǔnzé de rènshi, dǎozhì
Jiànlì yīgè dúlì dì měiguó cáiwù kuàijì zhǔnzé
Huì.
1973 Nián
Guójì kuàijì zhǔnzé wěiyuánhuì (“chángshè wěiyuánhuì”) chénglì
Zài 1973 nián 6 yuè 29 rì, zài lúndūn de shǒu cì huìyì de jiéguǒ
Kuàijì jīgòu, zài àodàlìyǎ, jiānádà, fàguó, déguó, xiéyì
Rìběn, mòxīgē, hélán, yīngguó hé ài'ěrlán
Měiguó, zhèxiē guójiā shì zài gāi wěiyuánhuì chángshè wěiyuánhuì
Shíjiān. 2001 Nián 4 yuè 1 rì qǐ, guójì kuàijì zhǔnzé wěiyuánhuì
(IASB) de jiǎshè, cóng gōngsī de kuàijì biāozhǔn zhìdìng de zérèn
Qiánshēn jīgòu, jīgòu jiān chángshè wěiyuánhuì. Zhè shì chóngzǔ de gāocháo
Jiànyì de jīchǔ shàng, bàogào jiànyì
Sùzào wèilái de chángshè wěiyuánhuì. Guójì kuàijì zhǔnzé wěiyuánhuì gōngbù de yī xìliè biāozhǔn
Shēngmíng zhōng tí dào de guójì cáiwù bàogào zhǔnzé
(Guójì cáiwù bàogào zhǔnzé “). Tā hái tōngguòle yóu dǒngshìhuì bānfā de biāozhǔn tǐ
Guójì kuàijì zhǔnzé wěiyuánhuì (IASC). Tā
Shēngmíng jìxù zhǐdìng de “guójì kuàijì
Biāozhǔn “(IAS) de.

1977
Chénglì yú 1977 nián, guójì kuàijìshī liánhé huì (IFAC)
Zuòwéi yīgè quánqiú kuàijì zǔzhī jiànlì
Zhuānyè. Zài 119 gè guójiā de 163 IFAC huìyuán tuántǐ zǔchéng,
Dàibiǎo chāoguò 250 wàn zhùcè kuàijìshī céng
Shíjiàn zhōng, gōngyè hé shāngyè, zhèngfǔ hé xuéshù jiè. IFAC de shì
Shǐmìng shì wèi gōngzhòng lìyì fúwù, yǐ jiāqiáng zhěnggè shìjiè
Kuàijì zhuānyè hé qiángjìng de fǎ zhǎn zuòchū gòngxiàn
Guójì jīngjì fāzhǎn hé cùjìn zūnshǒu
Gāo sùzhì de zhuānyè biāozhǔn, cùjìn guójì
Zhèxiē biāozhǔn dì xiánjiē hé gōnggòng lìyì de wèntí shàng fāyán
Nǎlǐ shì zuì xiāngguān de zhuānyè zhīshì.


2000
Àodàlìyǎ gōngsī fǎ jīngjì gǎigé jìhuà fǎ 1999
Xíngchéng de yībùfèn, yòng yú shèzhì xīn biāozhǔn shèzhì de jīchǔ
Àodàlìyǎ zhèngfǔ gōngsī fǎ jīngjì gǎigé jìhuà.
Lìfǎ zhèngshì tōngguòle yī xiàng xīn guī lì shēngxiào
2000 Nián 1 yuè 1 rì qǐ, qiángzhì.
Kuàijì zhǔnzé zhìdìng de zhìdù ānpái shèjí
Cáiwù bàogào wěiyuánhuì (FRC) de jiāndū zérèn
Àodàlìyǎ kuàijì zhǔnzé wěiyuánhuì (AASB), tā jiāng chǔlǐ
Mòrèn shèzhì zài sīrén hé gōnggòng bùmén, bìng yǒngyǒu zìjǐ de
Yánjiū rényuán hé xíngzhèng rényuán. Tā qǔdài de ānpái xià
AASB shì kuàijì zhuānyè xiéhuì yǔ hézuò
Bùmén kuàijì zhǔnzé wěiyuánhuì hé shǐyòng gōngzuò rényuán de fúwù
AARF.

2004 Nián
Àodàlìyǎ gōngsī fǎ jīngjì gǎigé jìhuà (shěnjì zhìdù gǎigé
Shàngshì gōngsī xìnxī pīlù) fǎ 2004“guīdìng de shèlì
Chóngzǔ de shěnjì hé jiàn zhèng zhǔnzé lǐshì huì (“AUASB”)
Dúlì de fǎrén shítǐ. Zuòwéi yīgè guójiā de shěnjì hé bǎozhèng
AUASB biāozhǔn dì zhìdìng zhě, zài fāzhǎn gāo kējì de zhòngyào zuòyòng
Hé shù shī hé gōngyìng shāng de zhìliàng biāozhǔn hé xiāngguān de zhǐdǎo
Qítā bǎozhèng fúwù. Ānlǐhuì céng guǎnxiá de AARF
2004 Nián 7 yuè 1 rì qǐ,.


http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CDQQFjAA&url=http%3A%2F%2Fj.b5z.net%2Fi%2Fu%2F2098116%2Fi%2FThe_history_of_accounting.pdf&ei=fUZ1T_fwNNHhrAeH99mqDQ&usg=AFQjCNH3dkx9vQn4qbH5o34iCCrWHIf7zQ